Sabtu, 19 Maret 2016

Adab th0lib

��PELAJARAN ADAB MENUNTUT ILMU BAGIAN (1⃣)

Sebelum masuk mempelajari apa saja adab-adab menuntut ilmu. Mari kita ketahui terlebih dahulu beberapa perkara yang berkaitan dengan ilmu.

�� ADAB MENUNTUT ILMU DI SISI ULAMA SALAF
Para ulama salaf dari kalangan shahabat dan tabi'in, demikian juga para ulama setelah mereka sangat mementingkan permasalahan adab menuntut ilmu. Hal ini dapat kita ketahui dari beberapa perkara, di antaranya,

1⃣ PERTAMA: Ucapan, wasiat, dan bimbingan yang diriwayatkan dari mereka dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan sebagian mereka melarang anaknya belajar ilmu dan menghafal hadits sebelum belajar adab-adabnya.

���� Al-Imam Malik Rahimahullah mengatakan, "Wahai Saudaraku, belajarlah adab sebelum engkau belajar ilmu." (Al-Hilyah li Abi Nu'aim 6/330)

���� Berkata Yusuf bin Husein, "Dengan adab engkau akan memahami ilmu." (Iqtidhoul Ilmi al-'amal hal.170)

���� Bahkan sebagian mereka belajar adab dalam waktu yang sangat lama. Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata, "Dahulu mereka (yakni salaf,pen) tidak mengeluarkan anak-anak mereka untuk belajar ilmu hingga mereka belajar adab dan beribadah selama dua puluh tahun." (Hilyatul Auliya)

2⃣ KEDUA: Kitab-kitab yang ditulis oleh ulama' terdahulu. Ini juga bukti bahwa mereka sangat mementingkan permasalahan adab. Sebagai contoh Al-Imam Abu Khaitsamah Zuhair bin Harbin (guru Imam Muslim) yang wafat pada tahun 234 H, beliau  menulis kitab berjudul AL-ILMU, kitab ini telah diteliti oleh Syaikh Al-Albani dan telah beredar luas.

�� Demikian juga kitab ADABUL MU'ALLIMIN WAL MUTA'ALLIMIN ditulis oleh Muhammad bin Sahnun yang wafat pada tahun 256 H.

�� Setelah itu bermunculan berbagai karya tentang adab menuntut ilmu. Hingga kemudian muncullah dua ulama besar yang sama-sama wafat pada tahun 463H yaitu Abu Bakar Al-Khatib Al-Baghdadi dan Abu Umar Ibnu Abdil Barr. Keduanya menulis kitab yang sangat fenomenal, yaitu kitab:
�� AL-JAMI' LI AKHLAQI AR-RAWI WA ADABI AS-SAMI' karya Al-Khatib Al-Baghdadi,  dan kitab
�� JAMI'U BAYANIL ILMI WA FADHLUHU karya Ibnu Abdil Barr
Kedua kitab ini telah dicetak berulang kali, dan termasuk yang paling lengkap di dalam membahas ilmu, adab-adabnya, dan keutamaan-keutamaannya.

�� Dari dua hal di atas kita mengetahui bahwa ulama salaf memiliki perhatian yang serius dalam permasalahan ADAB MENUNTUT ILMU

�� PENTINGNYA ADAB BAGI PENUNTUT ILMU
���� Seorang penuntut ilmu yang hakiki adalah mereka yang menghiasi dirinya dengan adab-adab menuntut ilmu. Dengan Adab Menuntut ilmu dia dapat,
�� mengetahui bagaimana mencari ilmu dengan benar.
�� mengetahui ketika ilmunya banyak apa kewajiban yang harus dia lakukan.
�� mengetahui bagaimana cara duduk di hadapan ulama
�� mengetahui bagaimana cara belajar di hadapan ulama.
�� mengetahui bagaimana cara mengajarkan ilmu kepada orang lain.
�� mengetahui bagaimana cara berdiskusi yang baik ketika dibutuhkan.
�� mengetahui bagaimana ketika ia memberi fatwa manusia.
�� mengetahui siapa saja yang dapat dijadikannya teman duduk dan siapa yang tidak.
�� mengetahui bagaimana beribadah kepada Allah Azza wa Jalla.
�� dan keistimewaan lainnya yang akan didapat oleh seorang penuntut ilmu yang memiliki adab yang mulia.

⛵️ Insya Allah bersambung...
�� Ikuti terus pelajaran Adab Menuntut Ilmu Setiap Hari Sabtu, Insya Allah.

�� Sumber Panduan:
�� Hadyus Salaf fi Thalabil Ilmi
�� An-Nubadz fi Adabi Thalabil Ilmi

�� Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
�� Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
�� Channel kami https://telegram.me/warisansalaf
�� Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Ziarah kubur

����✔️
■◎■◎■◎■
��ZIARAH KUBUR UNTUK MENGINGAT AKHIRAT

473- وَعَنْ بُرَيْدَةَ بْنِ الْحُصَيبِ الْأَسْلَمِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا - رَوَاهُ مُسْلِم ٌ. زَادَ اَلتِّرْمِذِيُّ: - فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ -  . زَادَ ابْنُ مَاجَهْ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ: - وَتُزَهِّدُ فِي الدُّنْيَا -

Dari Buraidah bin al-Hushaib al-Aslamy radhiyallaahu anhu beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Dulu aku melarang kalian dari berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah (Riwayat Muslim). Dan dalam riwayat atTirmidzi ada tambahan: karena hal itu mengingatkan akan akhirat. Dalam riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Mas'ud ada tambahan: dan membuat zuhud terhadap dunia

�� PENJELASAN:

Dulu Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam melarang para Sahabat untuk berziarah kubur pada saat masa-masa awal Islam, karena dikhawatirkan mereka akan mengagungkan, memohon berkah, dan berdoa kepada penghuni kubur. Namun, setelah keimanan para Sahabat telah kokoh, dan melihat maslahat bahwa ziarah kubur bisa mengingatkan pada kematian dan kehidupan akhirat, beliau kemudian memerintahkan untuk berziarah.

Nampak jelas dari hadits ini tujuan utama berziarah kubur agar mengingatkan seseorang pada kematian, kehidupan akhirat, dan membuat seseorang lebih zuhud terhadap kehidupan dunia. Dalam lafadz hadits lain dinyatakan bahwa berziarah kubur bisa melembutkan hati.

Hal yang tidak disadari oleh sebagian kaum muslimin adalah tentang tujuan utama ini. Sebagian mereka menyengaja ziarah kubur hanya untuk berdoa di kubur dan itu dilakukan sebagai kebiasaan tahunan saja. Padahal, semestinya jika seseorang sudah merasa terlalu sibuk pikirannya dengan urusan dunia, luangkan waktu untuk berziarah kubur. Di hari apapun itu. Berziarahlah pada makam orang-orang yang anda kenal dekat dulu saat masih hidup di dunia. Ingatlah, bahwa ia pernah mengalami masa-masa hidup bersama anda dan sekarang ia sudah meninggal, sedangkan anda akan menyusulnya.

✏️ CATATAN:

Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah berziarah ke makam ibundanya yang meninggal dalam keadaan kafir. Nabi shollallahu alaihi wasallam meminta ijin kepada Allah untuk memohon ampunan untuk ibundanya, tapi tidak diijinkan Allah. Beliaupun menangis. Nabi shollallahu alaihi wasallam meminta ijin kepada Allah untuk berziarah, Allah ijinkan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu ia berkata: Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam pernah berziarah ke kubur ibunya kemudian beliau menangis, sehingga menangislah para Sahabat lain di sekeliling beliau. Kemudian beliau bersabda: Aku meminta ijin kepada Tuhanku untuk memohon ampunan untuknya (ibunda Nabi) tapi tidak diijinkan. Kemudian aku meminta ijin (kepada Allah) untuk berziarah ke kuburnya, diijinkan. Maka berziarahlah ke kubur, karena hal itu mengingatkan kepada kematian (H.R Muslim no 1622)

Nabi shollallahu alaihi wasallam juga pernah keluar di akhir malam ke kuburan Baqi’, mengucapkan salam untuk penghuni kubur dan kemudian berdoa memohon ampunan untuk mereka:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ

Ya Allah ampunilah penghuni kubur Baqi’ al-Ghorqod (H.R Muslim no 1618).

〰〰〰

�� Disalin dari buku "Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam (Syarh Kitab al-Janaiz Min Bulughil Maram)".  Penerbit Pustaka Hudaya, halaman 136-138.

�� Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله.

�� hashtag serial kajian ini :  #fiqih_mengurus_jenazah

〰〰〰〰〰〰〰
����Salafy Kendari || http://bit.ly/salafy-kendari

Rabu, 16 Maret 2016

Wahabi brontak usmaninyah?

⛓�� BENARKAH GERAKAN WAHABI MEMBERONTAK TERHADAP DAULAH 'UTSMANIYYAH??

⚔���� Semata-mata atas berkat rahmat Allah dan karunia-Nya, gerakan dakwah Tauhid yang dikibarkan oleh al-Mujaddid asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab — rahimahullah — di Najd, dengan dukungan al-Amir Muhammad bin Sa'ud — rahimahullah —  berhasil menegakkan Daulah Islamiyyah SAUDI ARABIA. Sebagai wujud upaya menegakkan Tauhid di muka bumi dan melaksanakan Syari'at Islam. Yang membawa membawa misi RAHMATAN LIL 'ALAMIN. Di antara buah nyata dakwah ini adalah memberikan pencerahan dan membangkitkan semangat berjihad melawan penjajahan dan terorisme bangsa kafir Eropa. Pengaruh nyata itu juga dirasakan hingga di Nusantara ini.
�� Banyak pihak yang memutarbalikkan fakta. Di antaranya dengan cara menuding bahwa dakwah "Wahhabi" dengan aktivitasnya telah melakukan pemberontakkan terhadap Daulah 'Utsmaniyyah.
�� Benarkah demikian?

�� Berikut penjelasan asy-Syaikh al-'Allamah 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah :

��"asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab TIDAK MEMBERONTAK terhadap Daulah Khilafah 'Utsmaniyyah — sebagaimana yang aku tahu dan aku yakini —
���� Ketika itu di wilayah Najd TIDAK ADA kepemimpinan atau pemerintah di bawah Turki. Namun yang ada di Najd ketaka itu adalah pemerintahan-pemerintahan kecil dan desa-desa yang terpisah-pisah. Masing-masing negeri atau desa — sekecil apapun — ada pimpinan/penguasanya sendiri terpisah dari lainnnya (merdeka). ... Antara pemerintahan-pemerintahan itu saling berperang, bertempur, dan bertentangan.

���� Jadi Asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab TIDAK MEMBERONTAK terhadap Daulah Khilafah.
⚖ Hanya saja beliau tidak setuju dengan berbagai kondisi yang rusak di negerinya sendiri. Maka beliau berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad. Senantiasa bersabar dan terus bersabar, hingga cahaya dakwah ini membentang hingga ke negeri-negeri lainnya. ... ."

�� Nadwah "Tajdid al-Fikr al-Islami". Ceramah ini beliau sampaikan di ruang pertemuan di Universitas al-Malik Su'ud tahun 1402 H

شبهة مفادها أن الشيخ المجدد الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله تعالى قام بالخروج على الدولة العثمانية

قال سماحة الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز رحمه الله في جوابه  على هذه الشبهة :

(لم يخرج الشيخ محمد بن عبد الوهاب على دولة الخلافة العثمانية - فيما أعلم وأعتقد -، فلم يكن في نجد رئاسة ولا إمارة للأتراك بل كانت نجد إمارات صغيرة وقرى متناثرة، وعلى كل بلدة أو قرية - مهما صغرت - أمير مستقل … وهي إمارات بينها قتال وحروب ومشاجرات، والشيخ محمد بن عبد الوهاب لم يخرج على دولة الخلافة، وإنما خرج على أوضاع فاسدة في بلده، فجاهد في الله حق جهاده وصابر وثابر حتى امتد نور هذه الدعوة إلى البلاد الأخرى …)

(ندوة تجديد الفكر الإسلامي، ألقيت في قاعة المحاضرات بجامعة الملك سعود، 1402هـ، (مسجلة على أشرطة كاسيت).

�� Sumber http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=4800

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~ ���� BENARKAH GERAKAN WAHABI MEMBERONTAK TERHADAP DAULAH 'UTSMANIYYAH??

�� al-'Allamah asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,

�� Tanya :
"Sebagian orang yang memusuhi dakwah Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdil Wahhab — rahimahullah — mengatakan bahwa beliau dan al-Imam Muhammd bin Su'ud MEMBERONTAK terhadap kekuasaan pemerintah Daulah 'Utsmaniyyah, dan telah merusak tongkat ketaatan. Ini bertentangan dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah!!
Bagaimana pendapat Anda terhadap pernyataan tersebut?"

�� Jawab :
"Orang yang mengucapkan pernyataan tersebut, apakah dia konsisten untuk selalu mendengar dan taat kepada pemerintah??!
⚠ Mayoritas orang-orang yang mengatakan itu, mereka membolehkan memberontak terhadap para penguasa sekarang. Mereka tidak mau konsisten dan tidak mau mengakui keabsahan pemerintahan.
���� Ini Sisi Pertama.

���� Sisi Kedua,
Bahwa asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab dan al-Imam Muhammad bin Su'ud — rahimahumallah — TIDAK MEMBERONTAK terhadap pemerintah pada masanya.
��❌ Karena Daulah 'Utsmaniyyah TIDAK MEMILIKI KEKUASAAN terhadap negeri-negeri di Najd.
Negeri-negeri Najd di bawah pemerintahannya sendiri. Masing-masing negeri di Najd memiliki pemerintahan tersendiri (merdeka) yang memerintahnya. Apabila pimpinannya mati, maka digantikan oleh salah satu putranya  atau kerabatnya.
��❌ Jadi Daulah 'Utsmaniyyah TIDAK PUNYA KEKUASAAN atas negeri-negeri di Najd. Mereka juga tidak merasa punya kepentingan terhadap negeri Najd. Daulah Utsmaniyyah tidak merasa perlu (untuk menguasai) negeri-negeri Najd. Karena di Najd tidak ada penghasilan apa-apa pada waktu itu, sehingga tidak penting bagi mereka.
�� Daulah Utsmaniyyah (setelah itu) memerangi Daulah Saudi Arabia bukan karena Saudi memberontak terhadap Utsmaniyyah. Namun karena takut/khawatir. Daulah Utsmaniyyah memerangi Daulah Saudi Arabia karena takut, ketika negara Saudi semakin besar dan tampak kekuataannya.

�� Daulah Utsmaniyyah memerangi Daulah Saudi Arabia karena khawatir kalau Saudi Arabia akan menyerang mereka di negerinya.  Ini tujuannya. Adapun kekuasaan, maka Daulah Utsmaniyyah tidak memiliki kekuasaan negeri-negeri Najd. Namun masing-masing negeri Najd berada di bawah kekuasaan pemerintahannya masing-masing. Demikianlah berlangsung dari generasi ke generasi.

������ Hingga datanglah asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab — rahimahullah — membawa Dakwah Tauhid, yang didukung oleh Muhammad bin Su'ud. Maka terbentanglah kekuasaan mereka di negeri-negeri Najd semuanya, juga membentang ke negeri-negeri lainnya di Jazirah Arabia.
���� Allah kokohkan kekuasaan mereka karena mereka MENEGAKKAN DAKWAH NABI MUHAMMAD — Shallallahu 'alaihi wa Sallam — dan MENYEBARKAN ISLAM.
⚔�� Maka pemerintahan-pemerintahan di Najd yang sebelumnya terpencar-pencar, masuk dalam satu kekuasaan. Ketika itulah Daulah 'Utsamniyyah ketakutan/khawatir kalau Saudi Arabia akan sampai ke negeri mereka (Turki), Iraq, dan Syam. Utsmaniyyah merasa terancam.
Di samping mereka juga memiliki
�� berbagai khurafat,
�� kuburan-kuburan,
�� tasawuf, dan
�� berbagai bid'ah
Utsmaniyyah pun ketakutan dan terancam atas segala kemungkaran yang ada pada mereka selama ini. Mereka takut Dakwah asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab akan MERUBAH itu semua.
�� Oleh karena itu, Daulah Utsmaniyyah pun memerangi Daulah Saudi Arabia.

�� Sumber http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=4800

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bahasa inggris

✋�������� NASEHAT BAGI YANG BANGGA MENGGUNAKAN BAHASA ORANG KAFIR

��... Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

☝�� Dahulu Amirul Mu'minin Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu anhu memukul orang yang suka berbicara dengan bahasa orang kafir,[1] sedangkan sebagian saudara kita dari kaum Muslimin pada hari ini karena lemahnya iman dalam hati mereka dan lemahnya kepribadian pada diri mereka, mereka suka berbicara dengan bahasa Inggris. Engkau jumpai dia mengajak temannya berbicara dengan bahasa Inggris dan temannya tersebut menjawabnya dengan bahasa Inggris maka dia merasa besar kepala, seakan-akan dia telah mencapai bagian timur bumi dan baratnya, karena dia telah mampu berbicara dengan bahasa Inggris.

[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, V/299.

�� Asy-Syarhul Mumti', jilid 12 hal. 43

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

��������������������

Ngebut korban

✍����
___***___

bukan sekilas info...��

������������
APAKAH ANDA SUKA NGEBUT DI JALAN?

�� �� Melaju di jalan raya dengan kecepatan tinggi beresiko mengerem mendadak, menyerempet dan menjadi sebab terbesar terjadinya kecelakaan lalu lintas...

��Tahukah anda bahwa dalam syari'at Islam, sopir yang ngebut sehingga terjadi kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa akan dikenai hukuman sebagai berikut :
1. Wajib membayar kaffaroh قتل الخطأ (pembunuhan tidak sengaja) berupa pembebasan  budak. Jika tidak mendapatkan budak, sopir BERPUASA 2 BULAN BERTURUT-TURUT DAN TIDAK BERBUKA KECUALI ADA UDZUR SYAR'I.
2. Mengganti kerugian harta benda korban yang dia tabrak.
3. Membayar diyat (denda) mukhoffafah yaitu 100 EKOR ONTA yang berumur muda (silahkan hitung sendiri, berapa harga 100 ekor onta !!). Diyat ini ditanggung oleh AQILAH ( kerabat sopir yang laki-laki, tidak termasuk istri, saudara laki-laki seibu dan kerabat perempuan). Diyat boleh dibayarkan selama 3 tahun.

�� Mengingat beratnya hukuman tersebut, hendaknya seorang muslim berhati-hati di jalan. Melajulah dengan kecepatan yang sewajarnya...

�� Taatilah Alloh ta'ala dan Rosul-Nya...
��Taatilah pemerintah kita dalam perkara-perkara yang ma'ruf...

( Diringkas dari : Al-Fiqhu lishshoffil awwal atstsanaawiy, hal. 33. Penerbit: Al Mamlakah Al-'Arobiyyah As-Su'udiyyah ; Wazaarotuttarbiyyah watta'lim Attathwir Attarbawiy)

☕�� WA MTDS ASSUNNAH - MALANG.
=====*****=====
�� Publikasi:
�� WA Salafy Solo
�� Channel Salafy Solo
https://bit.ly/salafysolo
Jumadil Akhir 1437 H

Selasa, 15 Maret 2016

Al tauhid al wahabi kita

�������� APAKAH HAKEKATWAHABI” YANG TERUS DIMUSUHI & DIOLOK-OLOK OLEH "ISLAM NUSANTARA" DAN "GARIS LURUS" ITU?
[ 1/2 ]

�� Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz Rahimahullah

……………………………………………………

�� Tanya :

Sebagian orang menyebut ulama-ulama Saudi Arabia sebagai ulama-ulama "Wahabi". Apakah Anda rela dengan penyebutan ini?”

�� Jawab :

Ini adalah julukan terkenal untuk ulama-ulama Tauhid, ulama-ulama di negeri Najd (sebuah kota kecil dekat Riyadh Saudi Arabia, pen). Mereka (para penuduh tersebut) menisbahkannya kepada ASY-SYAIKH AL-IMAM MUHAMMAD BIN ‘ABDIL WAHHAB rahmatullahalaihi.
���� Karena beliau BERDAKWAH MENGAJAK KEPADA AGAMA ALLAH pada paroh kedua abad ke-12 hijriyah. Beliau berupaya serius dalam menjelaskan tauhid dan menjelaskan bahaya syirik kepada umat manusia, hingga melalui beliau Allah memberikan hidayah kepada manusia dalam jumlah yang sangat besar. Umat manusia masuk dalam Tauhidullah, dan meninggalkan berbagai bentuk syirik akbar yang sebelumnya mereka berada di atasnya, baik berupa penyembahan kepada kubur, bid’ah-bid’ah yang terkait kuburan, maupun penyembahan kepada pohon-pohon dan batu-batu , serta sikap ekstrim dalam mengkultuskan orang-orang shalih.

��✏ Jadilah dakwah beliau adalah dakwah TAJDIDIYYAH (PEMBAHARUAN) ISLAMIYYAH yang sangat besar. Dengan dakwah tersebut Allah memberikan manfaat kepada kaum muslimin di Jazirah Arabia dan negeri-negeri lainnyasemoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas –  dan jadilah para pengikut beliau dan orang-orang yang berdakwah kepada apa yang beliau dakwahkan serta tumbuh di atas dakwah ini di negeri Najd disebut sebagaiWAHABI”. Sehingga gelar ini menjadi sebutan bagi setiap orang yang berdakwah kepada Tauhid, melarang dari Syirik dan bergantung kepada kuburan-kuburan atau pohon-pohon dan batu-batu, serta memerintahkan untuk ikhlash (memurnikan peribadahan) hanya untuk Allah satu-satunya.

��✅ Disebutkan dengan julukanWAHABI”, SEBENARNYA INI ADALAH JULUKAN YANG MULIA, menunjukkan bahwa barangsiapa yang dijuluki dengan gelar tersebut maka dia adalah Ahli Tauhid, dan termasuk Ahli Ikhlash, dan termasuk orang-orang yang melarang dari kesyirikan, melarang dari penyembahan kepada kuburan-kuburan, pohon-pohon, batu-batu, dan patung-patung serta berhala.

�� Inilah asal usul penamaan dan julukan ini. Yaitu merupakan penisbatan kepada asy-Syaikh al-Imam MUHAMMAD BIN ‘ABDIL WAHHAB BIN SULAIMAN BIN ‘ALI AT-TAMIMI AL-HANBALI, seorang da’i ke jalan Allah 'Azza wa Jalla. Beliau tumbuh di negeri Najd, belajar di negeri Najd, kemudian melakukan perjalanan ke Makkah, Madinah, Iraq,  dan Ahsauntuk mengambil ilmu dari para ‘ulama Ahlus Sunnah di negeri-negeri tersebut.

�� Kemudian beliau kembali ke negeri Najd, beliau mendapati kondisi umat yang berada dalam kungkungan kejahilan (kebodohan), peribadatan kepada kuburan-kuburan dan sikap ghuluw (ekstrim) terhadapnya, kesyirikan kepada Allah Ta’ala, memanggil-manggil / berdo’a kepada orang mati, beristighatsah kepada orang mati, dan membangun di atas kuburan.

▶☀ Maka beliau pun berdakwah ke jalan Allah, membimbing umat dan melarang mereka dari berbuat syirik, menjelaskan tauhid kepada umat yang itu merupakan hak Allah atas hamba-hamba-Nya sekaligus agama yang diserukan oleh para rasul ‘alahish shalatu was salam. …


( berlanjut .... )

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
�������� APAKAH HAKEKAT “WAHABI” YANG TERUS DIMUSUHI & DIOLOK-OLOK OLEH "ISLAM NUSANTARA" DAN "GARIS LURUS" ITU?
[ 2/2 ]

�� Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz Rahimahullah

……………………………………………………

… (... lanjutan ...)

���� Maksud dari penjelasan ini semua adalah : bahwa julukan dan gelar tersebut adalah julukan bagi setiap orang yang berdakwah kepada Tauhid dan mengingkari Syirik. Sebagian orang-orang bodoh menyebutnya dengan julukan WAHABI. Itu akibat kebodohan mereka tentang hakekat sebenarnya dan mereka tidak berilmu tentangnya.

�� Hakekat sebenarnya adalah sebagaimana telah kami sebutkan. Bahwa ini adalah DAKWAH YANG BESAR :
�� mengajak kepada Tauhid,
�� mengajak untuk berittiba’ (mengikuti) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, dan
�� tidak bertaklid serta fanatik buta,
�� meninggalkan bid’ah dan khurafat,
�� meninggalkan syirik dan bergantung kepada orang-orang mati, pohon, dan bebatuan. Bahkan meninggalkan bergantung kepada para nabi dan orang-orang shalih.

➡ Jadi dakwah ini adalah dakwah yang
❌ MEMERANGI SYIRIK,
✅ mengajak kepada TAUHID dan IKHLASH untuk-Nya. Beriman dengan makna Laailaaha Illallah dan merealisasikannya, juga merealisasikan ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, berpegang teguh dengan Sunnah dan jalan beliau, serta istiqomah di atas itu semua.
Ⓜ⛵ INILAH DAKWAH ASY-SYAIKH MUHAMMAD BIN ‘ABDIL WAHHAB Rahimahullah.

�� (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, hal. 23)

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Alergi tahzir

# EDISI RUDUD

��✊����✖ ASY-SYAIKH AL-FAUZAN MEMBANTAH ORANG YANG ALERGI TERHADAP BANTAHAN

☝�� Siapa saja yang datang kepada kita dan menginginkan agar kita keluar dari jalan ini, maka sikap kita:

Pertama: Kita menolak ucapannya.

Kedua: TIDAK CUKUP BAGI KITA HANYA DENGAN MENOLAKNYA SAJA, BAHKAN HARUS KITA JELASKAN DAN KITA MENTAHDZIRNYA AGAR MANUSIA MEWASPADAINYA, kita harus memperingatkan manusia darinya dan tidak boleh bagi kita untuk mendiamkannya. Karena jika kita diam maka manusia akan tertipu dengannya. Terlebih lagi jika orang tersebut adalah orang yang fasih, pandai berbicara, pandai menulis dan memiliki wawasan luas, karena manusia akan tertipu dengannya dan mereka akan mengatakan: “Dia ahli dan termasuk pemikir.” Sebagaimana hal ini terjadi sekarang ini. Jadi permasalahannya sangat berbahaya sekali.

✋�� Jadi pada perkataan beliau ini (Al-Barbahary –pent) menunjukkan wajibnya membantah siapa saja yang menyelisihi kebenaran. HAL INI MENYELISIHI DENGAN APA YANG MEREKA KATAKAN: “TINGGALKANLAH BANTAHAN-BANTAHAN, BIARKAN MANUSIA MASING-MASING MENGIKUTI PENDAPATNYA DAN HORMATILAH, BEBAS BERPENDAPAT DAN BEBAS BERBICARA!” DENGAN PRINSIP SEMACAM INILAH UMAT INI AKAN BINASA. PADAHAL SALAF MEREKA TIDAK MENDIAMKAN ORANG-ORANG SEMACAM MEREKA INI. BAHKAN SALAF MEMBONGKAR KEJAHATAN MEREKA DAN MEMBANTAH MEREKA, KARENA MEREKA MENGETAHUI BETAPA BESAR BAHAYA MEREKA TERHADAP UMAT. MAKA KITA PUN TIDAK BOLEH MENDIAMKAN KEJAHATAN MEREKA, BAHKAN HARUS MENJELASKAN APA YANG ALLAH TURUNKAN. Kalau itu tidak kita lakukan maka kita menjadi orang-orang yang menyembunyikan kebenaran sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِيْ الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلعَنُهُمُ اللهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاَّعِنُوْنَ

�� “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat pula oleh semua mahluk yang bisa melaknat.” (QS. Al-Baqarah: 159)

✊�� Jadi PERKARANYA TIDAK TERBATAS TERHADAP MUBTADI’, BAHKAN PERKARANYA JUGA MENGENAI SIAPA SAJA YANG MENDIAMKANNYA. SIAPA YANG MENDIAMKANNYA MAKA DIA JUGA BERHAK MENDAPATKAN CELAAN DAN HUKUMAN, KARENA YANG WAJIB ADALAH MENJELASKAN DAN MENERANGKAN KEPADA MANUSIA. Dan ini merupakan tugas bantahan-bantahan ilmiah yang banyak dijumpai sekarang ini di perpustakaan kaum Muslimin. Semuanya membela jalan yang lurus dan memperingatkan kejahatan mereka.

��Jadi tidaklah menyebarkan pemikiran ini, yaitu pemikiran tentang kebebasan berpendapat, kebebasan berbicara dan agar saling menghormati pihak lain, kecuali orang yang menyesatkan dan menyembunyikan kebenaran.

�� Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/asy-syaikh-al-fauzan-membantah-orang-yang-alergi-terhadap-bantahan/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

����������������������