Minggu, 13 Maret 2016

Penuntut ilmu

✍���� PERMASALAHAN PENTING YANG HENDAKNYA SEORANG PENUNTUT ILMU MEMULAI BELAJAR DARINYA, DEMI MENJAGA DIRINYA

�� asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

�� "Pertama, Wajib untuk mempelajari permasalahan-permasalahan yang dibebankan oleh Allah Tabaraka wa Ta'ala. Di antaranya :
�� Permasalahan Aqidah/I'tiqad.
Seseorang harus mengenal Allah — Tabaraka wa Ta'ala — dengan Nama-nama dan Shifat-shifat-Nya. Khususnya pembahasan tentang sifat :
�� al-Istiwa',
�� al-'Uluw (Tinggi),
dan pembahasan-pembahasan yang seperti itu.

�� Mempelajari makna "Syahadatain", agar tidak terjatuh pada hal-hal yang bertentangan dengannya, mengenal syarat-syaratnya, dan mengetahu pembatal-pembatalnya.

�� Kemudian mempelajari, yakni MENGHAFAL dari Al-Qur'an — jika mampu —, apabila dia mampu menghafal al-Qur'an maka hendaknya dia menghafalnya.

�� Lalu menghafal as-Sunnah. Dimulai dari kitab-kitab yang pendek. Seperti :
�� Bulughul Maram, atau
�� 'Umdatul Ahkam

�� dan menghafal dalam bidang Tauhid. Membaca dalam bidang Tauhid :
�� al-Ushul ats-Tsalatsah,
�� Kasyfu asy-Syubuhat,
�� Kitab at-Tauhid
�� Yakni pembahasan-pembahasan di atas pada asalnya adalah darurat (sangat mendesak) bagi para penuntut ilmu. Seorang penuntut ilmu apabila tidak kokoh dalam bidang tersebut, maka dia tidak aman dari jatuh ke dalam kesyirikan. Karena banyak para penyeru kesyirikan, dan banyaknya fitnah. Maka harus membentengi diri dengan kitab-kitab seperti itu.

�� Dalam bidang Tauhid al-Asma' wa ash-Shifat membaca kitab seperti "al-'Aqidah al-Wasithiyyah", kitab kecil, dan mudah untuk dibaca (dipelajari) dan dihafal dalam beberapa hari, insya Allah.

⛵ Apabila dia ingin berkelanjutan dalam menuntut ilmu, maka kesempatan terbuka. Satu kesempatan akan menarik kesempatan berikutnya.
➡ dia bisa mempelajari kitab-kitab induk (yakni 6 kitab hadits),
➡ mempelajari kitab-kitab tafsir, yang itu sudah dikenal,
➡ mempelajari kitab-kitab hadits dan syarah (penjelasan)nya.
➡ mempelajari kitab-kitab nahwu.

Apabila dia mau mencukupkan mempelajari perkara yang darurat saja, yang bisa menegakkan kehidupannya, maka hendaknya dia :
�� mempelajari apa yang wajib baginya dalam permasalahan Shalat dan pembatal-pembatal shalat agar tidak terjatuh padanya.
�� demikian pula dia harus mengenal Zakat. Kalau dia punya harta, maka dia harus tahu nishab zakat dan apa kewajiban dia padanya.
�� juga harus mengenal haji, apabila dia termasuk orang yang mampu berhaji. Tahu bagimana tata cara haji dan pembatal-pembatalnya, dll.

�� Itu semua adalah perkara-perkara yang hukumnya fardhu 'ain, sebagaimana yang telah ditegaskan oleh para ulama.

�� Kemudian setelah itu ilmu-ilmu yang hukumnya fardhu kifayah. Apabila dia ingin masuk mempelajari ilmu yang fardhu kifayah, maka dia bisa mulai mempelajari dengan urutan yang sudah kami jelaskan di atas."

�� dari kaset berjudul : "Ahlus Sunnah wa 'Alamatuhum"

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sabtu, 12 Maret 2016

Ibu hamil minggu ke minggu

❁●✿●❁��������❁●✿●❁

�� Perubahan Fisik Ibu Hamil dari Minggu ke Minggu
___________________________

  �� Trimester 1 ��
════ ❁●✿●❁ ════

�� Minggu ke-1.

��Usia kehamilan dihitung mulai dari hari pertama haid. Jadi pada minggu ini, ibu sedang mengalami haid namun sudah dihitung hamil satu minggu. Mungkin terdengar aneh. Hal ini disebabkan usia kehamilan sebenarnya adalah 38 minggu sejak terjadinya pembuahan. Namun karena sulit menentukan kapan pastinya terjadi pembuahan (kira-kira 2 minggu setelah haid), maka dokter dan bidan menghitung usia kehamilan selama 40 pekan dimulai dari hari pertama haid terakhir.

�� Minggu ke-2.

��Pada akhir minggu ini akan terjadi pembuahan, yaitu bertemunya sel telur dengan sel sperma. Jika ibu sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya ibu mempelajari cara menentukan masa subur (sudah pernah dibahas di artikel BIKUM yang telah lalu) agar kemungkinan terjadinya pembuahan biidznillah lebih besar.

�� Minggu ke-3.

��Sperma dan sel telur bertemu di tuba fallopii (saluran telur wanita). Satu sel sperma menembus sel telur, kemudian membentuk zigot.

�� Sel-sel zigot membelah sangat cepat, sebagian akan berkembang menjadi plasenta yang mulai memproduksi hormon kehamilan HCG (Human Chorionic Gonadotropin).

��Adanya hormon HCG akan membuat ovarium berhenti melepaskan sel telur dan memicu peningkatan produksi hormon estrogen dan progesteron. Pada akhir minggu ini, HCG sudah dapat dideteksi melalui alat tes kehamilan, meskipun pada sebagian kasus tes kehamilan belum menunjukkan hasil positif.

⏰ Beberapa hari setelah pembuahan, telur yang telah dibuahi akan mencari dan menanamkan dirinya ke lapisan rahim yang kaya akan pembuluh darah.

�� Pada saat ini mungkin akan ada sedikit bercak darah keluar dari vagina ibu.

��Minggu ke-4

Tes kehamilan dapat dilakukan pada akhir minggu ini untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Jika hasilnya positif, segera periksakan diri ke bidan/dokter untuk persiapan kehamilan. Apabila hasilnya negatif namun haid belum juga datang, tes kehamilan dapat dilakukan lagi beberapa pekan ke depan selama periode haid belum datang.

___________________hal.1 ��
✍��dr. Dianika & Bidan Um Rufaidah

⏳Publikasi: Jum'at, 2 Jumadil Akhir 1437H / 11 Maret 2016.

��Channel Telegram:
» bit.ly/Majmuah_Bikum

�� Website:
» http://bikum.web.id/2016/03/11/perubahan-fisik-ibu-hamil-dari-minggu-ke-minggu/

�� Majmu'ah BIKUM �� __________________hal. 2��

��Minggu ke-5

Pada minggu ini, gejala awal kehamilan mungkin sudah mulai muncul. Di antaranya: payudara terasa sakit, kelelahan, dan sering buang air kecil. Ibu juga mungkin mengalami mual-mual karena adanya hormon HCG.

��Minggu ke-6

Pada minggu ini, wajar apabila ibu sering mengalami perubahan mood, disebabkan oleh hormon yang naik-turun. Bercak perdarahan pada awal kehamilan, bisa jadi wajar namun bisa jadi juga merupakan tanda awal keguguran atau kehamilan ektopik (hamil di luar rahim). Jadi bila ibu mengalami bercak atau perdarahan, sebaiknya segera hubungi bidan/dokter.

��Minggu ke-7

Selama lima minggu ini (setelah pembuahan), rahim telah membesar dua kali lipat. Banyak ibu mengalami mual muntah, morning sickness (mual muntah di pagi hari), atau lebih buruk lagi hiperemesis gravidarum yang biasanya akan membaik pada trimester kedua.
Ibu sering buang air kecil. Hal ini karena peningkatan volume darah sehingga ginjal memproduksi lebih banyak cairan kemih. Pada saat ini, volume darah ibu 10 persen lebih banyak daripada sebelum hamil. Peningkatan volume darah penting agar suplai darah ke calon janin tercukupi.
Rahim yang semakin membesar juga akan menekan kandung kemih sehingga membuat ibu sering ke kamar kecil.

��Minggu ke-8

Ukuran payudara ibu perlahan mulai membesar sebagai persiapan untuk menyusui. Payudara mungkin akan terus berkembang selama kehamilan, apalagi jika ini merupakan kehamilan pertama.
Pertambahan hormon yang pesat membuat ibu merasa lemah dan kelelahan. Rasa lemah dan lelah juga sebagai akibat mual muntah dan tidur malam yang sering terganggu akibat sering buang air kecil.

��Minggu ke-9

Pinggang ibu akan sedikit menebal, walaupun ibu belum terlihat hamil. Keluhan morning sickness semakin meningkat. Emosi yang naik-turun dan suasana hati yang berubah-ubah biasanya akan mereda pada trimester kedua, kemudian muncul lagi menjelang akhir kehamilan.

��Minggu ke-10

Berat badan ibu mulai bertambah. Ibu mungkin juga akan mengalami evening sickness, yaitu mual muntah pada sore hari menjelang malam. Jika ibu merasa lebih banyak mual pada sore hari, ibu bisa mensiasatinya dengan makan lebih banyak pada pagi atau siang hari dan makan makanan ringan untuk makan malam.

��Minggu ke-11

Kebanyakan ibu hamil pada minggu ini akan merasa sedikit lebih bertenaga dan mual berkurang. Namun, biasanya ibu akan mengalami konstipasi. Konstipasi disebabkan karena peningkatan hormon progesteron yang memperlambat pencernaan. Walaupun menyebabkan konstipasi, namun pencernaan yang melambat juga punya efek menguntungkan, yaitu lebih banyak nutrisi dari makanan yang diserap.
Selain itu ibu mungkin merasakan panas di dalam perut. Ini juga pengaruh hormon yang mengendurkan katup antara lambung dan kerongkongan sehingga asam lambung mudah naik.

Bersambung in syaa Allah��

✍��dr. Dianika & Bidan Um Rufaidah

⏳Publikasi: Jum'at, 2 Jumadil Akhir 1437H / 11 Maret 2016.

��Channel Telegram:
» bit.ly/Majmuah_Bikum

�� Website:
» http://bikum.web.id/2016/03/11/perubahan-fisik-ibu-hamil-dari-minggu-ke-minggu/

�� Majmu'ah BIKUM ��

Selasa, 08 Maret 2016

Tahlilan

������������������
5⃣

��TAHLILAN DALAM PANDANGAN ISLAM��

2⃣.Penyajian Hidangan Makanan.

Memang secara sepintas pula. Penyajian hidangan untuk para tamu merupakan perkara terpuji bahkan di anjurkan sekali di dalam agama islam. Namun menakala penyajian hidangan tersebut dilakukan keluarga si mayit baik sajian tamu undangan tahlilan ataupun yang lainnya, maka memilik hukum tersendiri.
Bukan hanya saja tidak pernah di contohkan Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bahkan perbuatan ini melanggar sunnah para Sahabatnya Rodhiallahu'anhum.

✔Jabir bin Abdillah Radhiallohu'anhu salah seorang sahabat berkata:
Kami menganggap/memandang kegiatan berkumpul rumah keluarga mayit, serta penghidangan makan merupakan niyahah(meratapi mayit).
(HR:AHMAD,IBNU MAJAH dan lainnya).

��Sehingga acara berkumpul dirumah keluarga si mayit dan penjamuan hidangan dari keluarga mayit termasuk perbuatan dilarang Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam dan para ulama Salaf.

✔Lihatlah bagaimana Fatwa dari Salah seorang ulama Salaf yaitu Al Imam Asy Syafi'i dalam masalah ini.
✔Kami sengaja menukilkan madzhab Al Imam Asy Syafi'i, karena mayoritas kaum muslimin di indonesia mengaku bermadzhab Syafi'i.
✔Al Imam Asy Syafi'i Rohimahullah Berkata: dalam salah satu kitabnya yang terkenal Yaitu Al 'Um(1/248):
Aku membenci acara berkumpulnya orang(di rumah keluarga mayit)meskipun tidak di sertai dengan tangisan.
Karena hal itu akan menambah kesedihan dan memberatkan urusan mereka.(Lihat Ahkamul Janaiz Karya Syaikh Al Albani hal.211).

✔Al Imam Nawawi Rohimahulloh Seorang imam besar dari  Madzhab Syafi'i telah menyebutkan perkataan Syafi'i di atasa kitabnya Majmu' Syarah Al Muhadzdzab 5/279 berkata: inilah adalah lafadz beliau dalam kitab Al 'Um, Dan inilah yang di ikuti murid murid beliau.
Adapun pengarang kitab Al Muhadzdzab(Asy Syirazi) dan lainnya  berargumentasi dengan argumen lain yaitu bahwa perbuatan tersebut merupakan perkara yang diada adakan dalam agama(Bid'ah).

����Lalu Apakah pantas acara tahlilan tersebut dinisbahkan kepada Madzhab Al Imam Asy Syafi'i Rohimahulloh❓
����Malah semestinya,
Disunnahkan bagi tetangga keluarga mayit yang menghidangkan makanan untuk keluarga mayit, Supaya meringankan beban yang mereka alami.
sebagaimana bimbingan Rasulullah sholallahu'alai wasallam dalam haditsnya:
✔Hidangkanlah makan buat keluarga Ja'far, karena telah datang perkara(kematian) yang menyibukkan mereka.(HR:Abu Dawud, At Tirmidzi dan lainnya.
Mudah mudahan pembahasan ini bisa memberikan penerangan bagi semua pihak yang menginginkan kebenaran di tengah gelapnya permasalahan.

اللّٰه أعلم
Selesai.

��Sumber:
Buletin Al wala' wal baro' Bandung Edisi 30 tahun ke 6.1429H/3 mei 2008
penulis Buletin Al ilmu Jember.

klik join Chanel telegram ⬇
��http://bit.ly/FadhlulIslam
��www.salafymedia.com

13 Safar 1437 H/26 November 2015.
✔ Fadhlul Islam Bandung.

Sabtu, 05 Maret 2016

Waktu ku ya alloh

��⏳�� MANFAATKANLAH WAKTUMU

�� asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata :

➡ Engkau sekarang masih diberi tenggang :
�� Manfaatkanlah waktu, dan jadikanlah untuk dirimu satu hizb dari Al-Qur'an untuk engkau baca.

⛵ Jadikanlah untuk dirimu waktu untuk beramal shalih.

��Bangunlah pada akhir malam, walaupun hanya setengah jam. Bermunajatlah kepada Rabbmu, berdo'alah kepada-Nya,
Karena Dia turun ke langit dunia, seraya berkata :

"من يدعوني فاستجيب له من يسألني فأعطيه من يستغفرني فأغفر له“
"Barang siapa yang berdo'a kepada-Ku niscaya akan Ku-kabulkan, barang siapa yang meminta kepada-Ku niscaya akan Ku-beri, barang siapa yang meminta ampunan niscaya akan Ku-ampuni."

�� Syarh al-Kafiyah asy-Syafiyah jilid 4, hal 380

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~ أستغفر الله

Kamis, 03 Maret 2016

Gerhana

����☕
-----------
�� TATACARA SHALAT GERHANA MATAHARI & GERHANA BULAN (SHOLAT KHUSUF/KUSUF)

�� Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Nashim Mukhtar-hafizhahullah

�� Audio Kajian Ba'da Maghrib Rabu, 23 Jumadil Awwal 1437/ 2 Maret 2016 di Masjid Nurul Huda Kepek Jatirejo Lendah Kulonprogo Yogyakarta

�� Durasi 0:040:00 ( 6,9 MB )

===========================
✅ Pembacaan Surat Edaran dari Kementrian Agama Republik Indonesia
Perihal : Seruan Shalat Gerhana.

✅ Dalam rangka untuk ta'at dan patuh kepada Pemerintah maka berikut akan dikaji tentang Tatacara Pelaksanaan Shalat Gerhana

◾️  Matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Alloh Subhanahuwata'ala (Surat Yunus 5 dan Fushilat 37)
◾️  Shalat gerhana hukumnya Sunnah muakkadah berdasarkan kesepakatan ulama.
◾️  Gerhana terjadi agar mengingatkan manusia untuk takut kepada Alloh Subhanahu wata'ala. (Surat Al-Isra' 59).
◾️  Di zaman Rasululloh Shallallaahu 'alaihi wasallam gerhana hanya terjadi sekali, yaitu gerhana matahari.
◾️  Keyakinan bahwa gerhana terjadi karena kelahiran atau kematian orang besar adalah keyakinan jahiliyah. Nabi Muhammad menghapus keyakinan itu, berdasarkan hadits Abu Mas'ud Al-Anshari riwayat Al-Bukhari 1041 dan Muslim 911.
◾️  Waktu pelaksanaan shalat gerhana adalah dari mulai gerhana sampai selesai.
◾️  Shalat gerhana tidak bisa diqadha' setelah selesai.
◾️  Tatacara shalat gerhana bulan dan matahari sama.
◾️  Tatacara pelaksanaannya :
     >  Dilaksanakan 2 raka'at jahriyyah.
     >  Raka'at pertama membaca surat Al-Fatihah (termasuk istiftah) kemudian membaca surat yang panjang.
     >  Ruku' dengan durasi waktu yang lebih panjang daripada ruku' pada shalat yang lain.
     >  I'tidal
     >  Membaca surat Al-Fatihah lagi dan surat yang panjang tetapi lebih pendek dari sebelumnya.
     >  Ruku' lagi dengan panjang.
     >  I'tidal
     >  Sujud yang lama.
     >  Duduk antara dua sujud yang lama.
     >  Sujud yang lama
     >  Berdiri lagi melaksanakan raka'at kedua. Caranya seperti raka'at pertama tadi.
     >  Tasyahud
     >  Salam

◾️   Setelah shalat, Imam dianjurkan untuk memberikan khutbah.
◾️  Shalat gerhana disunnahkan dilaksanakan secara berjama'ah. Boleh juga dilakukan sendiri-sendiri.

•••••
�� Sumber:
https://telegram (dot) me/kajianislamlendah

~~~~~~
➥ #sholat_gerhana #gerhana #sholat_kusuf #sholat_khusuf #gerhana_bulan #gerhana_matahari
ـــــــــــــــــــــــــــ
�� مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للإشتراك : افتح الرابط واضغط على إشتراك��

��  JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
��  www.alfawaaid.net

Rabu, 02 Maret 2016

Kamus kelompok sesat

����KAMUS KELOMPOK SESAT

✍  Asy Syeikh Zeid Bin Hadi Al Madkholi rohimahullah:

��Al Hululiyyah: Kelompok yang mengatakan bahwa Allah dimana mana, Maha tinggi Allah dari apa yang mereka ucapkan.

��Al Ittihadiyyah: kelompok yang menganut pemahaman wihdatul wujud yaitu tidak ada perbedaan antara Sang Pencipta Allah subahanahu wa ta'alaa dan makhlukNya, sebagaimana penyair mereka mengatakan: Tidaklah anjing dan babi itu kecuali keduanya ini adalah Tuhan kita, dan Allah itu adalah pendeta yang sedang didalam gerejanya.

��Al Jahmiyyah: Kelompok yang mengingkari Nama Nama dan Sifat Sifat Allah, dan mereka mendustakan Nash Al Qur'an dan sunnah.

��Al Qodariyyah: Pengingkar takdir Allah, yang mana mereka mengatakan bahwa Allah tidak menciptkan kebaikan dan kejelekan atau Allah menciptakan kebaikan dan tidak menciptakan kejelekan.

��Ar Rofidhoh: Kelompok yang menyelisihi kaum muslimin pada semua aspek baik secara garis besar atau dengan terperinci.

��Al jabriyyah: Mereka yang mengatakan bahwa seorang hamba dipaksa (mereka tidak punya keinginan/pilihan melakukan sesuatu,pent) untuk melakukan kebaikan dan keburukan, seperti pohon yang ditiup angin.

��Al Murji'ah: mereka banyak kelompok, ada dari mereka yang mengatakan kema'siatan tidak mempengaruhi keimanan sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat terhadap kekufuran, ada dari mereka yang mengatakan bahwa keimanan itu pengetahuan dengan hati saja, ada dari mereka yang mengatakan bahwa keimanan hanya ucapan lisan saja, ada dari mereka yang mengeluarkan amalan dari keimanan.

��Al Mu'tazilah: Kaum yang mengatakan Al Qur'an itu makhluq, dan kekalnya ahli ma'siat dari kalangan ahli tauhid didalam neraka selama lamanya jika mereka mati dan tidak bertaubat.

��Al Musyabbihah: Kelompok yang menyamakan Allah dengan makhluknya seperti kaum nasrani dan kelompok kelompok bid'ah yang menyamakan Allah dengan makhluknya, mereka menetapkan sifat sifat bagi Allah yang termasuk kekhususan makhluNya yang lemah.

��Al 'Asyariyyah, Al Kullabiyyah, Al Maturidiyyah: Mereka orang orang yang banyak menyelisihi ahlus sunnah didalam Nama Nama dan Shifat Shifat bagi Allah, dan juga bab keimanan, dan dari yang lainnya dari bab bab ilmu.

��Al Waqifah: Mereka yang mengatakan bahwa kami tidak mengatakan Al Qur'an itu makhluq dan juga bukan makhluq.

��Al Bathiniyyah: Mereka kaum zindiq yang tidak beriman dengan hari kiamat dan hari pembalasan amalan manusia.

��Al Qoromithoh: Pecahan kelompok Al Albathiniyyah.

��Al Ilmaniyyah: kelompok yang memisahkan antara agama dengan kehidupan dunia, mereka menganggap yang seperti ini adalah menyesatkan manusia.

��Al Masuniyyah: Sejelek jelek kelompok yang menjadi pembantu kaum yahudi.

��Al Mufawwidhoh: Kelompok yang menyerahkan ma'na Sifat Sifat Allah kepada Allah, dan tafwidh ini sebagaimana kata syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah sejelek jelek bentuk Ilhad (didalam sifat Allah)

��As Shufiyyah: Ada yang ekstrim sekali dan ada yang tidak ekstrem, yang ekstrem sekali adalah yang menganut pemahaman wihdatul wujud yaitu Allah tidak terpisah dengan makhlukNya, mereka ini pengikut Ibnu Arobi dan Ibnu Sab'in dan yang semisal dengan mereka.

��Al Khowarij: kelompok yang mengkafirkan kaum muslimin dengan dosa besar walaupun dari kalangan ahli taihid, dan mereka menganggap pelaku dosa besar kekal didalam neraka jika matia diatasnya.

��Al Qodiyaniyah: Pengikut Ghulam Ahmad, para zindiq dan pelaku kekufuran.

••••••••••••••••••••••••••

�� Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=138075
�� Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama
�� Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

~~~~~~~~~~~~~~~
�� TURUT BERBAGI IMS