Selasa, 15 Maret 2016

Alergi tahzir

# EDISI RUDUD

��✊����✖ ASY-SYAIKH AL-FAUZAN MEMBANTAH ORANG YANG ALERGI TERHADAP BANTAHAN

☝�� Siapa saja yang datang kepada kita dan menginginkan agar kita keluar dari jalan ini, maka sikap kita:

⏩ Pertama: Kita menolak ucapannya.

⏩ Kedua: TIDAK CUKUP BAGI KITA HANYA DENGAN MENOLAKNYA SAJA, BAHKAN HARUS KITA JELASKAN DAN KITA MENTAHDZIRNYA AGAR MANUSIA MEWASPADAINYA, kita harus memperingatkan manusia darinya dan tidak boleh bagi kita untuk mendiamkannya. Karena jika kita diam maka manusia akan tertipu dengannya. Terlebih lagi jika orang tersebut adalah orang yang fasih, pandai berbicara, pandai menulis dan memiliki wawasan luas, karena manusia akan tertipu dengannya dan mereka akan mengatakan: “Dia ahli dan termasuk pemikir.” Sebagaimana hal ini terjadi sekarang ini. Jadi permasalahannya sangat berbahaya sekali.

✋�� Jadi pada perkataan beliau ini (Al-Barbahary –pent) menunjukkan wajibnya membantah siapa saja yang menyelisihi kebenaran. HAL INI MENYELISIHI DENGAN APA YANG MEREKA KATAKAN: “TINGGALKANLAH BANTAHAN-BANTAHAN, BIARKAN MANUSIA MASING-MASING MENGIKUTI PENDAPATNYA DAN HORMATILAH, BEBAS BERPENDAPAT DAN BEBAS BERBICARA!” DENGAN PRINSIP SEMACAM INILAH UMAT INI AKAN BINASA. PADAHAL SALAF MEREKA TIDAK MENDIAMKAN ORANG-ORANG SEMACAM MEREKA INI. BAHKAN SALAF MEMBONGKAR KEJAHATAN MEREKA DAN MEMBANTAH MEREKA, KARENA MEREKA MENGETAHUI BETAPA BESAR BAHAYA MEREKA TERHADAP UMAT. MAKA KITA PUN TIDAK BOLEH MENDIAMKAN KEJAHATAN MEREKA, BAHKAN HARUS MENJELASKAN APA YANG ALLAH TURUNKAN. Kalau itu tidak kita lakukan maka kita menjadi orang-orang yang menyembunyikan kebenaran sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِيْ الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلعَنُهُمُ اللهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاَّعِنُوْنَ

�� “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat pula oleh semua mahluk yang bisa melaknat.” (QS. Al-Baqarah: 159)

✊�� Jadi PERKARANYA TIDAK TERBATAS TERHADAP MUBTADI’, BAHKAN PERKARANYA JUGA MENGENAI SIAPA SAJA YANG MENDIAMKANNYA. SIAPA YANG MENDIAMKANNYA MAKA DIA JUGA BERHAK MENDAPATKAN CELAAN DAN HUKUMAN, KARENA YANG WAJIB ADALAH MENJELASKAN DAN MENERANGKAN KEPADA MANUSIA. Dan ini merupakan tugas bantahan-bantahan ilmiah yang banyak dijumpai sekarang ini di perpustakaan kaum Muslimin. Semuanya membela jalan yang lurus dan memperingatkan kejahatan mereka.

��Jadi tidaklah menyebarkan pemikiran ini, yaitu pemikiran tentang kebebasan berpendapat, kebebasan berbicara dan agar saling menghormati pihak lain, kecuali orang yang menyesatkan dan menyembunyikan kebenaran.

�� Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/asy-syaikh-al-fauzan-membantah-orang-yang-alergi-terhadap-bantahan/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

����������������������

Wasiat az zahabi

�� Allahu Akbar! Wasiat Seorang Imam Seakan Beliau Hidup Di Masa Kita ��

�� قال الإمام الذهبي -رحمه الله-، "إذا وقعت الفتن؛ فتمسك بالسُّنَّة والزم الصمت ولا تخض فيما لا يعنيك وما أشكل عليك فرده إلى الله ورسوله وقف، وقل: الله أعلم." (السير 20/141)

®بذرة خير

�� Berkata al-Imam adz-Dzahabi, "Jika fitnah terjadi maka berpegang teguhlah dengan sunnah dan banyaklah diam, jangan engkau terlibat dalam perkara yang yang tidak berguna bagimu. Adapun masalah yang sulit bagimu maka kembalikan kepada Allah dan RasulNya, tahan dirimu dan katakan: wallahu a'lam." (As-Siyar 20/141)

�� (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف)

�� WhatsApp طريق السلف ��
�� www.thoriqussalaf.com
�� telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf

Ali ra lima perkara

☘☘☘☘☘☘☘☘

�� Rubrik Nasehat ❗️
=================

�� "AMBILLAH LIMA PERKARA"
�� Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu
Mengatakan :

�� "Ada lima perkara,ambillah perkara itu dariku"
1⃣ Janganlah ada seseorang yang berharap, kecuali kepada Allah
2⃣ Jangan ada yang di takuti, kecuali dosanya
3⃣ Janganlah seorang 'alim enggan mempelajari apa yang tidak ia ketahui
4⃣ Apabila seorang di antara kalian di tanya tentang perkara yang tidak diketahui, katakanlah "aku tidak tahu"
5⃣ Kedudukan sabar pada keimanan sebagaimana kedudukan kepala pada jasad.
_________
�� [Adabud Dunya Wad Din]

✏️ Tim Fawaid
    @radiorasyid
---------------------------
�� https://bit.ly/radiorasyid
---------------------------

☘☘☘☘☘☘☘��

Cadar + bantahan sayid gila siraj

�� Cadar Solusi Degradasi Moral Bangsa! (2)

�� Beredar di youtube sebuah video yang menampilkan Ketum PBNU Said Aqil Siradj yang sedang menghina dan melecehkan syariat cadar atau hijab.

�� Dia berkata:

�� “Cadar itu bukan pakaian Islam, (tapi cuma -ed) pakaian Arab. Buktinya nutupi aurat itukan karena menghindar fitnah, mukanya cantik kemudian ditutupi, supaya jangan bikin fitnah orang laki-laki.”

���� “Nah di Arab itu, di Saudi nenek-nenek, Negro, yang hitem itu, pakai cadar…”

�� “Lha fitnah opone iku …. ha… ha… ha…”

�� Kemudian dia mengulangi kalimat yang semakna dengan di atas.

�� Lalu Ketum PBNU tersebut melanjutkan:

♨️ “Itu artinya cadar itu budaya…”

���� “Wis tradisine orang Arab, (pakai) cadar…”

�� “Bukan karena menghindari fitnah…”

�� “Bukan karena menutupi muka supaya jangan kelihatan cantiknya, bukan…”

�� Videonya bisa lihat disini:

https://youtu.be/OdWhVc4CVNc

�� Wahai Wanita Muslimah!

�� Lihatlah Indahnya Syariat Cadar!

���� Setelah kita mendapati kenyataan pahit, permasalahan krusial yang sedang menimpa anak bangsa dan masyarakat Indonesia saat ini.

�� Baca kembali di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/cadar-solusi-degradasi-moral-bangsa-1/

�� Berbagai pihak berusaha dengan keras, berupaya memeras otak, mencari strategi dan solusi untuk memecahkan permasalahan umat ini. Namun hingga hari ini belum juga mampu memberikan jalan keluar yang berarti.

❓ Lantas apakah solusinya?

�� Saudara-saudara kami kaum muslimin dimanapun anda berada, semoga Allah azza wa jalla menyelamatkan, dan memberi keberkahan bagi negeri Indonesia yang kita cintai ini…

�� Sebagai kaum muslimin, mukminin, tentunya kita meyakini bahwa agama Islam, agama yang Allah azza wa jalla turunkan kepada Nabi penutup Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, adalah agama yang telah sempurna, agama yang melengkapi agama-agama sebelumnya, agama pamungkas yang telah Allah azza wa jalla ridhai untuk manusia.

�� Allah azza wa jalla berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا (٣)

�� “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (al-Maidah : 3)

�� Oleh karena itu, kita juga harus meyakini jika semua permasalahan telah diatur dengan sempurna dalam syariat yang mulia ini.

�� Tentu hal ini akan bisa diterima oleh seorang yang hatinya masih bersih, fitrahnya masih suci, dan terbebas dari berbagai kotoran, seperti kotoran Liberal, Syi’ah dan semisalnya.

☝️ Seluruh sendi dan aspek kehidupan telah diatur secara rapi dan apik dalam Islam. Yang membuatkan aturan tersebut adalah Allah azza wa jalla yang telah menciptakan manusia, yang paling tahu dengan kebutuhan, kemaslahatan dan kebaikan mereka.

�� Di antara keindahan Islam adalah dengan adanya syariat menutup aurat (berhijab) bagi kaum wanita, yang itu semua demi menjaga diri-diri dan kehormatan mereka.

�� Allah azza wa jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

�� “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Ahzab : 59)

�� Sebagaimana dimuat dalam Kitab Shahih Imam Bukhari no.4758, Ummul Mukminin Aisyah radiallahu anha menceritakan kepada kita bagaimana sikap perempuan-perempuan Muhajirin dan Anshar dalam masyarakat Islam pertama terhadap syariat Ilahi yang berkaitan dengan perintah mengubah aspek amat mendasar dalam kehidupan wanita, yaitu: tingkah laku, pakaian, dan perhiasan.

�� Beliau berkata:

يرحم الله نساء المهاجرات الأول ، لما أنزل الله {وليضربن بخمرهن على جيوبهن} شققن مروطهن ، فاختمرن بها. اه‍

☝️ Semoga Allah merahmati kaum wanita dari kalangan muhajirin generasi awal.

�� Ketika Allah menurunkan ayat:
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

�� “Dan hendaknya mereka -para wanita- menjulurkan penutup kepala mereka ke arah dada mereka!” (an-Nur: 31)

�� Mereka segera menyobek kain-kain mereka, lalu mereka menutupi wajah-wajah mereka dengannya (bercadar, pen).

�� Maka mereka langsung menjulurkan jilbab-jilbab mereka dan menutupi wajah-wajah mereka.”

�� Demikian pula disebutkan oleh al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu:

�� Sungguh, ketika turun surat an-Nur : 31, kaum lelakinya serempak mendatangi mereka membacakan firman Allah tersebut. Dan demi, ketika seorang lelaki membacakannya kepada istri, putri, dan saudarinya, tak ada dari mereka yang tinggal diam, melainkan segera mengambil kerudung (jilbab)-nya masing-masing (yang berhias dengan gambar-gambar), kemudian menutup kepalanya sesuai perintah sebagai pernyataan iman dan membenarkan Al Quran. Sehingga ketika subuh mereka ada di belakang Rasulullah dalam keadaan kepalanya tertutup rapat, seakan-akan kepalanya terdapat burung gagak.”

�� Dari hadits Aisyah radiallahu anha di atas, juga keterangan Imam Ibnu Katsir rahimahullahu, maka kita dapatkan kesimpulan bahwa cadar bukan budaya Arab, namun Syariat Islam yang mulia.

�� Ini terbukti bahwa para shahabat wanita dari kalangan Muhajirin dan Anshor baru mengenakan cadar setelah turunnya surat an-Nur : 31. Artinya mereka bercadar dalam rangka mentaati Allah azza wa jalla, dan bukan karena budaya Arab.

�� Demikian pula telah maklum dalam sejarah, bahwa bagian dari budaya Arab sebelum datangnya Islam, para wanita Arab thawaf di Ka’bah -bukan hanya tak bercadar- bahkan tanpa mengenakan sehelai benangpun di badannya -alias telanjang bulat-. Sehingga berdasar fakta-fakta ini klaim cadar sebagai budaya Arab, tentu klaim yang sangat jauh dari kebenaran.

�� Nah, dengan adanya tuntunan hijab tersebut, kaum wanita terhormat karena mereka akan mudah dikenal sebagai wanita mukminah, wanita baik-baik, wanita yang bertakwa kepada Allah azza wa jalla.

�� Demikian pula dengan berhijab para wanita mukminah akan aman dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya, aman dari gangguan orang-orang yang memiliki penyakit dalam hatinya. Dan ini semua adalah jaminan dari Allah azza wa jalla yang telah menciptakan mereka dan menciptakan seluruh mahluk.

�� Tentu hijab yang dimaksud di sini adalah hijab yang sesuai dengan tuntunan syar’i, yang dipadukan dengan pakaian yang memenuhi syarat, seperti harus menutupi seluruh tubuh, longgar tidak ketat, tebal tidak transparan, dan bukan berupa pakaian ketenaran.

�� Di antara efek negatif ketika syariat hijab atau cadar ini diabaikan, maka semakin banyak terumbarnya aurat wanita. Tidak hanya wajah, bahkan bagian-bagian tubuh wanita lain, yang para ulama sepakat untuk menutupnya, akan terpampang dengan mudahnya, dan akan “dinikmati” oleh siapa saja.

�� Sehingga akan mengumbar syahwat dan hawa nafsu, yang berakhir terbukanya pintu perzinahan, yang kolerasi kedua permasalahan ini telah disaksikan oleh kita bersama.

☝️Padahal Allah azza wa jalla telah memperingatkan kaum muslimin dan muslimat untuk menjauhi perzinahan, demikian pula untuk menjauh dari sebab-sebab yang bisa mengarah kepada perzinahan.

�� Allah azza wa jalla berfirman:

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا (٣٢)

�� “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (al-Isra’ : 32)

�� Sehingga ketika syariat hijab atau cadar dipinggirkan, tidak diindahkan bahkan cenderung dihina dan dilecehkan. Maka terbukalah aurat muslimah, berkobarlah syahwat dan hawa nafsu birahi tanpa terkendali, muncullah pergaulan bebas, yang berujung pada maraknya perzinahan serta berbagai kemaksiatan lainnya.

�� Lihat kembali data statistik berbagai kemaksiatan tersebut di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/cadar-solusi-degradasi-moral-bangsa-1/

☀️ Kemudian, di antara bentuk rahmatan lil alamin agama Islam, bagi kaum wanita yang telah lanjut usia (tua), yang sudah tidak punya hasrat menikah, maka diperbolehkan bagi mereka untuk melepaskan pakaian (hijab).

�� Allah ta’ala berfirman:
وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللاتِي لا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

�� “Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), Tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.” (an-Nuur : 60)

❓ Lantas bagaimana dengan ucapan Ketum PBNU Said Aqil Siraj yang menghina dan melecehkan cadar di atas?

✅ Ya…

�� Biarlah para pembaca yang menilainya sendiri…

�� Kami yakin para pembaca sudah dewasa, bisa melihat, mendengar, serta menimbang permasalahan ini dengan jernih…

☝️ Semoga Allah azza wa jalla memberikan rezeki kepada kita berupa senang dan siap menerima kebenaran, serta beramal dengannya…

�� Yang lebih penting untuk kami ingatkan di sini…

�� Untuk saudari-saudari kami…

�� Wahai muslimah dan mukminah!

�� Jagalah diri-diri kalian!

�� Lindungilah kehormatan kalian!

�� Janganlah kalian menjatuhkan diri ke dalam jurang kebinasaan!

�� Kepada saudara-saudara kami kaum muslimin dan mukminin!

�� Jagalah istri-istri kalian!

�� Jagalah putri-putri kalian!

�� Jagalah saudari-saudari kalian!

♨️ Serta siapa saja yang berada di bawah tanggungan kalian, dari panasnya gejolak api neraka!

☝️ Sungguh Allah azza wa jalla telah memperingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦)

�� “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (at-Tahrim : 6)

☝️ Demikian pula Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah menyampaikan:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

�� “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radiallahu anhuma)

�� Silakan kunjungi:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2015/09/24/cadar-solusi-degradasi-moral-bangsa-2/

������������������������������������������������������������

���� Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

���� Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://telegram(dot)me/yknuonline

Atau

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

�� Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin
=====*****=====
�� Publikasi:
�� WA Salafy Solo
�� Channel Salafy Solo
https://bit.ly/salafysolo
Jumadil Akhir 1437

Senin, 14 Maret 2016

Imb tuk masjid

Copas dr tetangga  Mengurus IMB MASJID Islam harus tau...

Assalamu'alaikum...

Info dari sebelah.

Ikhwani fillah rahimakumullah, ini ada titipan forward sahabat anggota DDI (Dewan Dakwah Islam)
Ustdz Fadlan Gharamatan soal IMB MASJID.

Insya Allah, kami, kel besar Mabrur Salman ITB77, bersedia siapkan Drafter, dan Biayai Gambar2 yang jadi Syarat IMB (biasanya Denah, Pot Memanjang dan Melintang) untuk pembangunan musholla dan masjid dimana pun. Bahkan kami bersedia siapkan Structural Design Calculations, kalau perlu. Mohon hal ini ditawarkan ke Pengurus2 Masjid.

Berikut Fwd nya:

GEREJA DI JAKARTA DIHANCURKAN OLEH AHOK KARENA TIDAK MEMILIKI IMB.

Apakah akan dilanjutkan ke masjid2 kita yang tidak memiliki IMB ?

#SaveOurMasjid
#IMBdiatasTanahWakaf

Masjid diseluruh negeri ini umumnya didirikan di atas tanah Wakaf dan dibangun dengan swadaya masyarakat setempat dan donatur dermawan yg berinfak.

Bagaimana kemudian ada pihak yang berkepentingan mempertanyakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Masjid dan Musholla ? Bisakah pengurus Masjid memperlihatkan buktinya?

Mungkin ini akan menjadi PR Besar pengurus Masjid-Musholla untuk segera melengkapinya, sebelum "Pemerintah" memanfaatkan kondisi ini. Karena "tumbal" utk rencana besar mereka telah dimulai, kita belajar dari kasus di DKI, Penghancuran sebuah Gereja di Jati Negara dengan alasan tidak memiliki izin, dan ummat Islam di Jakarta pun "terpesona" dari pemandangan kasat mata ini, namun sesungguhnya "rencana tidak kasat mata" bisa jadi telah mereka susun secara masif terstruktur, yang target akhirnya adalah puluhan bahkan ribuan Masjid-Musholla di Jakarta dan seluruh tanah air Indonesia, karena mayoritas dibangun di atas tanah Wakaf dengan swadaya masyarakat.

"Gereja kami, kami relakan untuk dihancurkan karena tidak memiliki izin, maka ummat Islam pun harus rela masjid-masjid, mushollanya yg tidak berizin untuk dihancurkan sebagaimana bangunan liar lainnya...!!"

Sebuah strategi tumbal yang sangat terskenario, sementara kita masih tidak mau belajar dari strategi yang mereka lakukan... Kalau kita tidak bisa belajar dari kondisi hari ini, yakinlah Masjid-Musholla2 megah di tanah air ini hanya akan menjadi kenangan semata bagi anak cucu kita.

Tolong sosialisasikan...!
SUDAHKAH MASJID KITA MEMILIKI IMB...??

Ayo para ta'mir dan pengurus Masjid-Musholla2, kita urus IMB masjid/mushollah kita ke Dinas/Badan Perizinan Daerah Pemda setempat, dan ini persyaratannya : Surat prmohonan yg ditandangani pengurus Masjid, copy KTP yg masih berlaku, copy gambar rencana bangunan yang di ditanda tangani juru gambar, copy surat kepemilikan tanah, tanda lunas PBB, surat pernyataan persetujuan tetangga yg diketahui lurah & camat setempat, rekomendasi camat

WAKTU PENYELESAIAN 10 HARI KERJA ..... LENGKAPI SYARATNYA AMBIL IMB-NYA

NB: sebarkan info untuk menyelamatkan mesjid dan musholla kita. (dikutip/disebarkan oleh fim)

pengurus mabrur itb77 : Andi Eka 08129437421, Rusdi 0816867168, Saul 08156020358.

Semoga bermanfaat .

Minggu, 13 Maret 2016

Tipe pembawa ilmu

�� . FAEDAH ULAMA .

➖ DUA TIPE PEMBAWA ILMU YANG MENYENTUH DAN BERPENGARUH DALAM QOLBU ➖

Berkata Ibnul Jauzi Rohimahulloh :

" Telah ku jumpai sekian banyak para masyaaikh , dimana keadaan mereka satu dengan yang lainnya saling berbeda , bertingkat-tingkat kadar mareka dalam ilmu .

��. Dan yang paling bisa bermanfaat untukku dari mereka , saat menyertainya adalah yang mengamalkan ilmunya walaupun yang lain lebih berilmu darinya .
��. Aku menjumpai sekumpulan dari ahlul hadits , memiliki hafalan dan mengetahui derajat hadits , akan tetapi mereka saling bermudah-mudah dalam masalah ghibah , mereka menganggapnya sebagai jarh wa ta'dil , mengambil upah dalam penyampaian hadits , mereka bersegera menjawab pertanyaan supaya tidak rusak kedudukan mereka , walaupun terjatuh pada kesalahan .
��. Aku juga bertemu dengan Abdul Wahhab Al An'Anmathi dia berada pada batasan para salaf , tidak terdengar dalam majlisnya ghibah , tidak pula mengambil upah dalam penyampaian haditsnya ...

Jika aku bacakan padanya hadits-hadits pelembut hati diapun menangis , dan tangisannya berlanjut ... yang mana saat itu aku masih kecil dan tangisan yang aku dengar darinya tertanam dalam hati dan terpatri .

Beliau memiliki sifat para ulama , yang telah aku dengar nukilan tentang bagaimana sifat-sifat mereka ( sebagai seorang pembawa ilmu  ) .

��. Aku juga bertemu Abu Mansyur Al Jawaliqy , beliau kalem , berhati-hati dalam ucapan , mutqin dan waspada terkadang ditanya sebuah masalah yang mudah , yang mana murid-muridnya bersegera menjawab karena dianggap masalah yang mudah , namun beliau tetap menahan sampai yakin jawabannya , beliau orang yang banyak puasa dan banyak diam .

�� . DUA ORANG ITULAH YANG AKU BANYAK MENGAMBIL MANFAAT DARI KEDUANYA  LABIH DARI YANG LAINNYA .

☝. Maka Aku dapat memahami dari keadaan mereka ini bahwa : " SEBUAH PETUNJUK DENGAN CONTOH LANGSUNG ( secara praktek / realita ) LEBIH MEMBIMBING DARI SEKEDAR PETUNJUK DENGAN UCAPAN SEMATA " .

✏ . Sungguh demi Alloh Ta'ala merealisasikan sebuah ilmu adalah sebuah pokok yang besar .

✏ . DAN YANG TERAMAT DIKASIHANI ADALAH SEORANG YANG MENGHABISKAN UMURNYA UNTUK MENUNTUT ILMU YANG TIDAK DIA PRAKTEKKAN , HILANG KENIKMATAN DUNIANYA DAN KEBAIKAN AKHIRATNYA , DATANG DENGAN KEBANGKRUTAN DALAM KEADAAN AMAT KUAT  HUJJAH YANG MENIMPANYA .

��. Sumber : صيد الخاطر ص /138

��. Alih Bahasa : Abul Hasan Al Wonogiry .

===============
�� AL HUDA ��
����������
��. WA TIC
Tholibul Ilmi Cikarang .

Ngonong tanpa ilmu

○●○●○●○
�� Renungan Pagi ��
——————————————————
�� BAHAYA BERBICARA TANPA ILMU !
——————————————————
�� Berkata As-Syaikh Al-'Allāmah Muhammad bin Shälih Al-'Utsaimīn råhimahulläh:

《 Sesungguhnya kebanyakan dari orang awam sebagian mereka berfatwa kepada sebagian lainnya dengan sesuatu yang tidak mereka ketahui sehingga engkau dapati mereka berbicara ini halal, atau ini haram, atau ini wajib, atau ini tidak wajib, dalam keadaan mereka tidak tidak mengetahui itu sedikitpun.

☝️ Tidakkah mereka tahu bahwa Allah Ta'āla akan menanyai mereka atas apa yang mereka telah katakan di hari kiamat nanti?!

▪️ Tidakkah mereka tahu bahwa mereka apabila telah menyesatkan seseorang sehingga mereka menghalalkan baginya apa yang telah diharamkan Allah, atau yang mereka haramkan apa yang telah Allah halalkan baginya berarti mereka telah menanggung dosanya dan atas mereka dosa seperti yang mengerjakannya dan itu disebabkan oleh apa yang telah mereka fatwakan dengannya. 》

           •┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

�� Kitāb Al-'Ilmi, halaman: 76.
——————————————————
��• قـال الشيـخ العـلامة محمد بن صـالـح العثيمين رحمـه اللَّه تعالـى:

▪«وإن كثيرًا من العــامة يفتـي بعضهم بعضــًا بمـا لا يعلمـون فتجـدهم يقـولـون هذا حـلال، أو هذا حـرام، أو هذا واجـب، أو هذا غيـر واجب،
وهم لا يـدرون عن ذلك شيئًـا،

أفـلا يعلم هـؤلاء أن اللَّه تعالـى سـائلهم عما قـالـوا يوم القيـامة ؟!

أفـلا يعلم هـؤلاء أنهـم إذا أضلـوا شخصــًا فأحلـوا لـه ما حـرم اللَّه، أو حـرمـوا ما أحل اللَّه لـه فقـد بـاءوا بإثمـه وكـان عليهم مثل وزر ما عمل وذلك بسـبب ما أفتـوه به ».

[كــتاب الــعلــم (ص 76 )]
----------------------
Broadcast by :
�� Channel MutiaraASK :
http://bit.ly/MutiaraASK
�� Website ASK :
http://bit.ly/BlogASK
�� BBM Mutiara Salaf :
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE

➥ #renungan #fatwa #ilmu