Selasa, 15 Maret 2016

Cadar + bantahan sayid gila siraj

�� Cadar Solusi Degradasi Moral Bangsa! (2)

�� Beredar di youtube sebuah video yang menampilkan Ketum PBNU Said Aqil Siradj yang sedang menghina dan melecehkan syariat cadar atau hijab.

�� Dia berkata:

�� “Cadar itu bukan pakaian Islam, (tapi cuma -ed) pakaian Arab. Buktinya nutupi aurat itukan karena menghindar fitnah, mukanya cantik kemudian ditutupi, supaya jangan bikin fitnah orang laki-laki.”

���� “Nah di Arab itu, di Saudi nenek-nenek, Negro, yang hitem itu, pakai cadar…”

�� “Lha fitnah opone iku …. ha… ha… ha…”

�� Kemudian dia mengulangi kalimat yang semakna dengan di atas.

�� Lalu Ketum PBNU tersebut melanjutkan:

♨️ “Itu artinya cadar itu budaya…”

���� “Wis tradisine orang Arab, (pakai) cadar…”

�� “Bukan karena menghindari fitnah…”

�� “Bukan karena menutupi muka supaya jangan kelihatan cantiknya, bukan…”

�� Videonya bisa lihat disini:

https://youtu.be/OdWhVc4CVNc

�� Wahai Wanita Muslimah!

�� Lihatlah Indahnya Syariat Cadar!

���� Setelah kita mendapati kenyataan pahit, permasalahan krusial yang sedang menimpa anak bangsa dan masyarakat Indonesia saat ini.

�� Baca kembali di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/cadar-solusi-degradasi-moral-bangsa-1/

�� Berbagai pihak berusaha dengan keras, berupaya memeras otak, mencari strategi dan solusi untuk memecahkan permasalahan umat ini. Namun hingga hari ini belum juga mampu memberikan jalan keluar yang berarti.

❓ Lantas apakah solusinya?

�� Saudara-saudara kami kaum muslimin dimanapun anda berada, semoga Allah azza wa jalla menyelamatkan, dan memberi keberkahan bagi negeri Indonesia yang kita cintai ini…

�� Sebagai kaum muslimin, mukminin, tentunya kita meyakini bahwa agama Islam, agama yang Allah azza wa jalla turunkan kepada Nabi penutup Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, adalah agama yang telah sempurna, agama yang melengkapi agama-agama sebelumnya, agama pamungkas yang telah Allah azza wa jalla ridhai untuk manusia.

�� Allah azza wa jalla berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا (٣)

�� “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (al-Maidah : 3)

�� Oleh karena itu, kita juga harus meyakini jika semua permasalahan telah diatur dengan sempurna dalam syariat yang mulia ini.

�� Tentu hal ini akan bisa diterima oleh seorang yang hatinya masih bersih, fitrahnya masih suci, dan terbebas dari berbagai kotoran, seperti kotoran Liberal, Syi’ah dan semisalnya.

☝️ Seluruh sendi dan aspek kehidupan telah diatur secara rapi dan apik dalam Islam. Yang membuatkan aturan tersebut adalah Allah azza wa jalla yang telah menciptakan manusia, yang paling tahu dengan kebutuhan, kemaslahatan dan kebaikan mereka.

�� Di antara keindahan Islam adalah dengan adanya syariat menutup aurat (berhijab) bagi kaum wanita, yang itu semua demi menjaga diri-diri dan kehormatan mereka.

�� Allah azza wa jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

�� “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Ahzab : 59)

�� Sebagaimana dimuat dalam Kitab Shahih Imam Bukhari no.4758, Ummul Mukminin Aisyah radiallahu anha menceritakan kepada kita bagaimana sikap perempuan-perempuan Muhajirin dan Anshar dalam masyarakat Islam pertama terhadap syariat Ilahi yang berkaitan dengan perintah mengubah aspek amat mendasar dalam kehidupan wanita, yaitu: tingkah laku, pakaian, dan perhiasan.

�� Beliau berkata:

يرحم الله نساء المهاجرات الأول ، لما أنزل الله {وليضربن بخمرهن على جيوبهن} شققن مروطهن ، فاختمرن بها. اه‍

☝️ Semoga Allah merahmati kaum wanita dari kalangan muhajirin generasi awal.

�� Ketika Allah menurunkan ayat:
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

�� “Dan hendaknya mereka -para wanita- menjulurkan penutup kepala mereka ke arah dada mereka!” (an-Nur: 31)

�� Mereka segera menyobek kain-kain mereka, lalu mereka menutupi wajah-wajah mereka dengannya (bercadar, pen).

�� Maka mereka langsung menjulurkan jilbab-jilbab mereka dan menutupi wajah-wajah mereka.”

�� Demikian pula disebutkan oleh al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu:

�� Sungguh, ketika turun surat an-Nur : 31, kaum lelakinya serempak mendatangi mereka membacakan firman Allah tersebut. Dan demi, ketika seorang lelaki membacakannya kepada istri, putri, dan saudarinya, tak ada dari mereka yang tinggal diam, melainkan segera mengambil kerudung (jilbab)-nya masing-masing (yang berhias dengan gambar-gambar), kemudian menutup kepalanya sesuai perintah sebagai pernyataan iman dan membenarkan Al Quran. Sehingga ketika subuh mereka ada di belakang Rasulullah dalam keadaan kepalanya tertutup rapat, seakan-akan kepalanya terdapat burung gagak.”

�� Dari hadits Aisyah radiallahu anha di atas, juga keterangan Imam Ibnu Katsir rahimahullahu, maka kita dapatkan kesimpulan bahwa cadar bukan budaya Arab, namun Syariat Islam yang mulia.

�� Ini terbukti bahwa para shahabat wanita dari kalangan Muhajirin dan Anshor baru mengenakan cadar setelah turunnya surat an-Nur : 31. Artinya mereka bercadar dalam rangka mentaati Allah azza wa jalla, dan bukan karena budaya Arab.

�� Demikian pula telah maklum dalam sejarah, bahwa bagian dari budaya Arab sebelum datangnya Islam, para wanita Arab thawaf di Ka’bah -bukan hanya tak bercadar- bahkan tanpa mengenakan sehelai benangpun di badannya -alias telanjang bulat-. Sehingga berdasar fakta-fakta ini klaim cadar sebagai budaya Arab, tentu klaim yang sangat jauh dari kebenaran.

�� Nah, dengan adanya tuntunan hijab tersebut, kaum wanita terhormat karena mereka akan mudah dikenal sebagai wanita mukminah, wanita baik-baik, wanita yang bertakwa kepada Allah azza wa jalla.

�� Demikian pula dengan berhijab para wanita mukminah akan aman dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya, aman dari gangguan orang-orang yang memiliki penyakit dalam hatinya. Dan ini semua adalah jaminan dari Allah azza wa jalla yang telah menciptakan mereka dan menciptakan seluruh mahluk.

�� Tentu hijab yang dimaksud di sini adalah hijab yang sesuai dengan tuntunan syar’i, yang dipadukan dengan pakaian yang memenuhi syarat, seperti harus menutupi seluruh tubuh, longgar tidak ketat, tebal tidak transparan, dan bukan berupa pakaian ketenaran.

�� Di antara efek negatif ketika syariat hijab atau cadar ini diabaikan, maka semakin banyak terumbarnya aurat wanita. Tidak hanya wajah, bahkan bagian-bagian tubuh wanita lain, yang para ulama sepakat untuk menutupnya, akan terpampang dengan mudahnya, dan akan “dinikmati” oleh siapa saja.

�� Sehingga akan mengumbar syahwat dan hawa nafsu, yang berakhir terbukanya pintu perzinahan, yang kolerasi kedua permasalahan ini telah disaksikan oleh kita bersama.

☝️Padahal Allah azza wa jalla telah memperingatkan kaum muslimin dan muslimat untuk menjauhi perzinahan, demikian pula untuk menjauh dari sebab-sebab yang bisa mengarah kepada perzinahan.

�� Allah azza wa jalla berfirman:

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا (٣٢)

�� “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (al-Isra’ : 32)

�� Sehingga ketika syariat hijab atau cadar dipinggirkan, tidak diindahkan bahkan cenderung dihina dan dilecehkan. Maka terbukalah aurat muslimah, berkobarlah syahwat dan hawa nafsu birahi tanpa terkendali, muncullah pergaulan bebas, yang berujung pada maraknya perzinahan serta berbagai kemaksiatan lainnya.

�� Lihat kembali data statistik berbagai kemaksiatan tersebut di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/cadar-solusi-degradasi-moral-bangsa-1/

☀️ Kemudian, di antara bentuk rahmatan lil alamin agama Islam, bagi kaum wanita yang telah lanjut usia (tua), yang sudah tidak punya hasrat menikah, maka diperbolehkan bagi mereka untuk melepaskan pakaian (hijab).

�� Allah ta’ala berfirman:
وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللاتِي لا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

�� “Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), Tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.” (an-Nuur : 60)

❓ Lantas bagaimana dengan ucapan Ketum PBNU Said Aqil Siraj yang menghina dan melecehkan cadar di atas?

✅ Ya…

�� Biarlah para pembaca yang menilainya sendiri…

�� Kami yakin para pembaca sudah dewasa, bisa melihat, mendengar, serta menimbang permasalahan ini dengan jernih…

☝️ Semoga Allah azza wa jalla memberikan rezeki kepada kita berupa senang dan siap menerima kebenaran, serta beramal dengannya…

�� Yang lebih penting untuk kami ingatkan di sini…

�� Untuk saudari-saudari kami…

�� Wahai muslimah dan mukminah!

�� Jagalah diri-diri kalian!

�� Lindungilah kehormatan kalian!

�� Janganlah kalian menjatuhkan diri ke dalam jurang kebinasaan!

�� Kepada saudara-saudara kami kaum muslimin dan mukminin!

�� Jagalah istri-istri kalian!

�� Jagalah putri-putri kalian!

�� Jagalah saudari-saudari kalian!

♨️ Serta siapa saja yang berada di bawah tanggungan kalian, dari panasnya gejolak api neraka!

☝️ Sungguh Allah azza wa jalla telah memperingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦)

�� “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (at-Tahrim : 6)

☝️ Demikian pula Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah menyampaikan:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

�� “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radiallahu anhuma)

�� Silakan kunjungi:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2015/09/24/cadar-solusi-degradasi-moral-bangsa-2/

������������������������������������������������������������

���� Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

���� Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://telegram(dot)me/yknuonline

Atau

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

�� Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin
=====*****=====
�� Publikasi:
�� WA Salafy Solo
�� Channel Salafy Solo
https://bit.ly/salafysolo
Jumadil Akhir 1437

Tidak ada komentar:

Posting Komentar