Minggu, 13 Maret 2016

Tipe pembawa ilmu

�� . FAEDAH ULAMA .

➖ DUA TIPE PEMBAWA ILMU YANG MENYENTUH DAN BERPENGARUH DALAM QOLBU ➖

Berkata Ibnul Jauzi Rohimahulloh :

" Telah ku jumpai sekian banyak para masyaaikh , dimana keadaan mereka satu dengan yang lainnya saling berbeda , bertingkat-tingkat kadar mareka dalam ilmu .

��. Dan yang paling bisa bermanfaat untukku dari mereka , saat menyertainya adalah yang mengamalkan ilmunya walaupun yang lain lebih berilmu darinya .
��. Aku menjumpai sekumpulan dari ahlul hadits , memiliki hafalan dan mengetahui derajat hadits , akan tetapi mereka saling bermudah-mudah dalam masalah ghibah , mereka menganggapnya sebagai jarh wa ta'dil , mengambil upah dalam penyampaian hadits , mereka bersegera menjawab pertanyaan supaya tidak rusak kedudukan mereka , walaupun terjatuh pada kesalahan .
��. Aku juga bertemu dengan Abdul Wahhab Al An'Anmathi dia berada pada batasan para salaf , tidak terdengar dalam majlisnya ghibah , tidak pula mengambil upah dalam penyampaian haditsnya ...

Jika aku bacakan padanya hadits-hadits pelembut hati diapun menangis , dan tangisannya berlanjut ... yang mana saat itu aku masih kecil dan tangisan yang aku dengar darinya tertanam dalam hati dan terpatri .

Beliau memiliki sifat para ulama , yang telah aku dengar nukilan tentang bagaimana sifat-sifat mereka ( sebagai seorang pembawa ilmu  ) .

��. Aku juga bertemu Abu Mansyur Al Jawaliqy , beliau kalem , berhati-hati dalam ucapan , mutqin dan waspada terkadang ditanya sebuah masalah yang mudah , yang mana murid-muridnya bersegera menjawab karena dianggap masalah yang mudah , namun beliau tetap menahan sampai yakin jawabannya , beliau orang yang banyak puasa dan banyak diam .

�� . DUA ORANG ITULAH YANG AKU BANYAK MENGAMBIL MANFAAT DARI KEDUANYA  LABIH DARI YANG LAINNYA .

☝. Maka Aku dapat memahami dari keadaan mereka ini bahwa : " SEBUAH PETUNJUK DENGAN CONTOH LANGSUNG ( secara praktek / realita ) LEBIH MEMBIMBING DARI SEKEDAR PETUNJUK DENGAN UCAPAN SEMATA " .

✏ . Sungguh demi Alloh Ta'ala merealisasikan sebuah ilmu adalah sebuah pokok yang besar .

✏ . DAN YANG TERAMAT DIKASIHANI ADALAH SEORANG YANG MENGHABISKAN UMURNYA UNTUK MENUNTUT ILMU YANG TIDAK DIA PRAKTEKKAN , HILANG KENIKMATAN DUNIANYA DAN KEBAIKAN AKHIRATNYA , DATANG DENGAN KEBANGKRUTAN DALAM KEADAAN AMAT KUAT  HUJJAH YANG MENIMPANYA .

��. Sumber : صيد الخاطر ص /138

��. Alih Bahasa : Abul Hasan Al Wonogiry .

===============
�� AL HUDA ��
����������
��. WA TIC
Tholibul Ilmi Cikarang .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar