Kamis, 31 Maret 2016

Nikmat yg sering di lupakan

��NIKMAT ILMU
YANG SERING DILUPAKAN

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Al 'Allaamah Asy-Syaikh Sholih Aalusy-syaikh -hafidhohulloh- :

☔ "Aku telah menuntut ilmu selama bertahun-tahun, namun aku merasa tidak memperoleh banyak ilmu dan aku merasa tidak memperoleh banyak faidah. Maka apa nasihatmu untukku?"

Maka Syaikh -hafidhohulloh- menjawab:

"Janganlah kamu mengatakan AKU MERASA TIDAK MENDAPATKAN FAIDAH ILMU.

(Sadarilah olehmu) bahwa kesibukan seorang penuntut ilmu dalam menuntut ilmu adalah ibadah. Hal itu seperti orang yang bertaubat dan berhijrah (meninggalkan kampung yang jelek) menuju kampung yang baik.

��Janganlah menganggap tujuanmu menuntut ilmu adalah semata-mata agar engkau menjadi seorang ulama'.

Namun tujuanmu menuntut ilmu adalah :

☄agar kamu dapat menghilangkan kebodohan dirimu,

☄agar kamu bisa beribadah kepada Alloh dengan cara  yang benar,

☄agar kamu memiliki aqidah yang lurus,

�� Meskipun seandainya ilmumu tidak memberikan manfaat kecuali hanya sebatas untuk dirimu sendiri dan keluargamu...

�� Namun sungguh, hal itu sudah merupakan KEBAIKAN YANG BANYAK"
(Yang patut disyukuri).

✈✈✈✈✈✈✈

(سؤال أجاب عليه العلامة صالح آل شيخ حفظه الله): طلبت العلم عدة سنوات ومع ذلك لا تثبت لدى: المعلومات وﻻ أشعر بالفائدة فبماذا تنصحوني ؟
أجاب الشيخ صالح آل الشيخ - حفظه الله -: لاتقل لا أشعر بالفائدة فحركة طالب العلم في العلم عبادة كحركة التائب المهاجر إلى أرض الخير وليس المقصود أن تكون عالما وإنما المقصود من طلبك للعلم أن ترفع الجهل عن نفسك وأن تعبد الله بعبادات صحيحة وأن تكون عقيدتك صالحة ولو لم تنفع إلا نفسك وعيالك لكن في هذا خير كثير."
المصــدر: [ الوصايا الجلية للإستفادة من الدروس العلمية للشيخ صالح آل الشيخ - حفظه الله - ]
��������������

☕ WA MTDS ASSUNNAH - MALANG

Selasa, 29 Maret 2016

Tititan jahannam

����✖⛔ HURU-HARA TITIAN SHIRAT

�� Al-Imam Al-Qurthuby rahimahullah berkata:

✋�� Fikirkanlah sekarang tentang apa yang akan engkau alami berupa ketakutan yang besar dalam hatimu, jika engkau telah melihat shirat dan tipisnya, lalu pandanganmu tertuju kepada hitamnya Jahannam dibawahnya.
Kemudian pendengaranmu dikagetkan dengan suara neraka yang mengerikan dan gemuruhnya.

☝�� Sungguh engkau akan dipaksa berjalan melintasi shirat bersamaan dengan lemahnya kondisimu, dan kegoncangan hatimu dan gemetarnya kakimu.
Dan punggungmu sudah terasa berat dengan dosa-dosa yang menghalangimu untuk bisa berjalan di hamparan bumi, lebih-lebih diatas tajamnya shirat.

✊�� Maka bagaimana jika engkau meletakkan salah satu kakimu lalu engkau merasakan tajamnya. Lalu engkau dipaksa mengangkat kakimu yang kedua, dan para makhluk berada dihadapanmu, mereka terpeleset dan berjatuhan. Dan malaikat Zabaniyah-nya neraka menangkap mereka dengan penyambar dan pengait-pengait besi.
Dalam keadaan engkau melihat mereka, bagaimana mereka terjungkir kepala-kepala mereka ke arah neraka, dalam keadaan kaki mereka terangkat ke atas. Duhai betapa mengerikan pemandangan tersebut.. betapa sulitnya tempat naiknya, betapa sempitnya tempat (titiannya), Ya Allah selamatkanlah kami, selamatkanlah kami !

�� Kunjungi Selengkapnya || http://forumsalafy.net/huru-hara-titian-shirat/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

����������������������

Jumat, 25 Maret 2016

Fatwa cesar

⛔⚠���� HATI-HATI DARI OPERASI CESAR

�� Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata :

✋�� Pada kesempatan ini saya ingin menunjukkan sebuah fenomena yang disebutkan kepada kita, yakni: Sesungguhnya banyak para ahli kebidanan laki-laki ataupun perempuan di rumah sakit- rumah sakit sangat bersemangat menjadikan kelahiran dengan operasi yang dinamakan dengan operasi cesar. Dan saya kawatir ini adalah sebuah makar tipu daya terhadap kaum muslimin. Karena semakin sering menjalani persalinan dengan cara ini, akan melemah kulit perut seorang wanita dan kehamilan akan membahayakan bagi wanita ini, sehingga ia tidak mampu (hamil lagi).

���� Sebagian ahli rumah sakit khusus menyampaikan kepada saya, bahwasanya banyak kaum wanita yang dibawa ke rumah sakit- rumah sakit, lalu penanggung jawabnya menetapkan bahwasanya ia mesti dicesar. Lalu ia pergi ke rumah sakit khusus ini, ternyata ia bisa melahirkan normal. Lalu ia menyebutkan lebih dari delapan puluh kasus dari kasus-kasus seperti ini (terjadi) dalam sebulan.

☝�� Dan ini, yakni sesungguhnya masalahnya ini cukup serius, wajib untuk diwaspadai. Dan hendaknya perlu diketahui, sesungguhnya melahirkan itu mesti ada rasa sakitnya, mesti ada rasa lelah (Allah berfirman) :

�� “Ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah.” (QS Al-Ahqaf 15).

✊�� Bukan sekedar seorang wanita merasakan nyeri lalu ia pergi (dioperasi cesar) dan mengeluarkan anak dalam keadaan tidak merasakan apa-apa. Maka melahirkan normal itu lebih baik daripada operasi cesar. Selesai dengan sedikit perubahan.

�� Liqaa’aat Al-Baab Al-maftuh (2/soal 42)

�� Kunjungi || http://forumsalafy.net/hati-hati-dari-operasi-cesar/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

����������������������

Turut Mempublikasikan:
@RumahBelajar

Channel telegram KHUSUS IKHWAN:
��https://bit.ly/rumah-belajar

Channel telegram KHUSUS AKHAWAT:
��https://bit.ly/rumahbelajar2

Pesan dari rumah belajar: Carilah dokter yang amanah.

Rabu, 23 Maret 2016

Mikail saat tidak tertawa

ENSIKLOPEDIA ISLAM
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
��Tahukah kamu ya bunayya?
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰��

Malaikat siapa yang tidak pernah tertawa setelah diciptakannya an naar?

✏️Jawaban:
Malaikat Mikail.

��Dalilnya:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bertanya kepada Malaikat Jibril عليه السلام

ما لي لم أر ميكائيل ضاحكا قط؟ قال: ما ضحك ميكائيل منذ خلقت النار

"Mengapa aku tidak pernah melihat Mikail tertawa?"

Jibril Menjawab,
"Dia tidak pernah tertawa lagi sejak diciptakannya neraka."

�� (Lihat Ash-Shahihah no.2511)

@RumahBelajar

Channel telegram KHUSUS IKHWAN:
��https://bit.ly/rumah-belajar

Channel telegram KHUSUS AKHAWAT:
��https://bit.ly/rumahbelajar2

Sabtu, 19 Maret 2016

Adab th0lib

��PELAJARAN ADAB MENUNTUT ILMU BAGIAN (1⃣)

Sebelum masuk mempelajari apa saja adab-adab menuntut ilmu. Mari kita ketahui terlebih dahulu beberapa perkara yang berkaitan dengan ilmu.

�� ADAB MENUNTUT ILMU DI SISI ULAMA SALAF
Para ulama salaf dari kalangan shahabat dan tabi'in, demikian juga para ulama setelah mereka sangat mementingkan permasalahan adab menuntut ilmu. Hal ini dapat kita ketahui dari beberapa perkara, di antaranya,

1⃣ PERTAMA: Ucapan, wasiat, dan bimbingan yang diriwayatkan dari mereka dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan sebagian mereka melarang anaknya belajar ilmu dan menghafal hadits sebelum belajar adab-adabnya.

���� Al-Imam Malik Rahimahullah mengatakan, "Wahai Saudaraku, belajarlah adab sebelum engkau belajar ilmu." (Al-Hilyah li Abi Nu'aim 6/330)

���� Berkata Yusuf bin Husein, "Dengan adab engkau akan memahami ilmu." (Iqtidhoul Ilmi al-'amal hal.170)

���� Bahkan sebagian mereka belajar adab dalam waktu yang sangat lama. Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata, "Dahulu mereka (yakni salaf,pen) tidak mengeluarkan anak-anak mereka untuk belajar ilmu hingga mereka belajar adab dan beribadah selama dua puluh tahun." (Hilyatul Auliya)

2⃣ KEDUA: Kitab-kitab yang ditulis oleh ulama' terdahulu. Ini juga bukti bahwa mereka sangat mementingkan permasalahan adab. Sebagai contoh Al-Imam Abu Khaitsamah Zuhair bin Harbin (guru Imam Muslim) yang wafat pada tahun 234 H, beliau  menulis kitab berjudul AL-ILMU, kitab ini telah diteliti oleh Syaikh Al-Albani dan telah beredar luas.

�� Demikian juga kitab ADABUL MU'ALLIMIN WAL MUTA'ALLIMIN ditulis oleh Muhammad bin Sahnun yang wafat pada tahun 256 H.

�� Setelah itu bermunculan berbagai karya tentang adab menuntut ilmu. Hingga kemudian muncullah dua ulama besar yang sama-sama wafat pada tahun 463H yaitu Abu Bakar Al-Khatib Al-Baghdadi dan Abu Umar Ibnu Abdil Barr. Keduanya menulis kitab yang sangat fenomenal, yaitu kitab:
�� AL-JAMI' LI AKHLAQI AR-RAWI WA ADABI AS-SAMI' karya Al-Khatib Al-Baghdadi,  dan kitab
�� JAMI'U BAYANIL ILMI WA FADHLUHU karya Ibnu Abdil Barr
Kedua kitab ini telah dicetak berulang kali, dan termasuk yang paling lengkap di dalam membahas ilmu, adab-adabnya, dan keutamaan-keutamaannya.

�� Dari dua hal di atas kita mengetahui bahwa ulama salaf memiliki perhatian yang serius dalam permasalahan ADAB MENUNTUT ILMU

�� PENTINGNYA ADAB BAGI PENUNTUT ILMU
���� Seorang penuntut ilmu yang hakiki adalah mereka yang menghiasi dirinya dengan adab-adab menuntut ilmu. Dengan Adab Menuntut ilmu dia dapat,
�� mengetahui bagaimana mencari ilmu dengan benar.
�� mengetahui ketika ilmunya banyak apa kewajiban yang harus dia lakukan.
�� mengetahui bagaimana cara duduk di hadapan ulama
�� mengetahui bagaimana cara belajar di hadapan ulama.
�� mengetahui bagaimana cara mengajarkan ilmu kepada orang lain.
�� mengetahui bagaimana cara berdiskusi yang baik ketika dibutuhkan.
�� mengetahui bagaimana ketika ia memberi fatwa manusia.
�� mengetahui siapa saja yang dapat dijadikannya teman duduk dan siapa yang tidak.
�� mengetahui bagaimana beribadah kepada Allah Azza wa Jalla.
�� dan keistimewaan lainnya yang akan didapat oleh seorang penuntut ilmu yang memiliki adab yang mulia.

⛵️ Insya Allah bersambung...
�� Ikuti terus pelajaran Adab Menuntut Ilmu Setiap Hari Sabtu, Insya Allah.

�� Sumber Panduan:
�� Hadyus Salaf fi Thalabil Ilmi
�� An-Nubadz fi Adabi Thalabil Ilmi

�� Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
�� Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
�� Channel kami https://telegram.me/warisansalaf
�� Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Ziarah kubur

����✔️
■◎■◎■◎■
��ZIARAH KUBUR UNTUK MENGINGAT AKHIRAT

473- وَعَنْ بُرَيْدَةَ بْنِ الْحُصَيبِ الْأَسْلَمِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا - رَوَاهُ مُسْلِم ٌ. زَادَ اَلتِّرْمِذِيُّ: - فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ -  . زَادَ ابْنُ مَاجَهْ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ: - وَتُزَهِّدُ فِي الدُّنْيَا -

Dari Buraidah bin al-Hushaib al-Aslamy radhiyallaahu anhu beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Dulu aku melarang kalian dari berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah (Riwayat Muslim). Dan dalam riwayat atTirmidzi ada tambahan: karena hal itu mengingatkan akan akhirat. Dalam riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Mas'ud ada tambahan: dan membuat zuhud terhadap dunia

�� PENJELASAN:

Dulu Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam melarang para Sahabat untuk berziarah kubur pada saat masa-masa awal Islam, karena dikhawatirkan mereka akan mengagungkan, memohon berkah, dan berdoa kepada penghuni kubur. Namun, setelah keimanan para Sahabat telah kokoh, dan melihat maslahat bahwa ziarah kubur bisa mengingatkan pada kematian dan kehidupan akhirat, beliau kemudian memerintahkan untuk berziarah.

Nampak jelas dari hadits ini tujuan utama berziarah kubur agar mengingatkan seseorang pada kematian, kehidupan akhirat, dan membuat seseorang lebih zuhud terhadap kehidupan dunia. Dalam lafadz hadits lain dinyatakan bahwa berziarah kubur bisa melembutkan hati.

Hal yang tidak disadari oleh sebagian kaum muslimin adalah tentang tujuan utama ini. Sebagian mereka menyengaja ziarah kubur hanya untuk berdoa di kubur dan itu dilakukan sebagai kebiasaan tahunan saja. Padahal, semestinya jika seseorang sudah merasa terlalu sibuk pikirannya dengan urusan dunia, luangkan waktu untuk berziarah kubur. Di hari apapun itu. Berziarahlah pada makam orang-orang yang anda kenal dekat dulu saat masih hidup di dunia. Ingatlah, bahwa ia pernah mengalami masa-masa hidup bersama anda dan sekarang ia sudah meninggal, sedangkan anda akan menyusulnya.

✏️ CATATAN:

Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah berziarah ke makam ibundanya yang meninggal dalam keadaan kafir. Nabi shollallahu alaihi wasallam meminta ijin kepada Allah untuk memohon ampunan untuk ibundanya, tapi tidak diijinkan Allah. Beliaupun menangis. Nabi shollallahu alaihi wasallam meminta ijin kepada Allah untuk berziarah, Allah ijinkan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu ia berkata: Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam pernah berziarah ke kubur ibunya kemudian beliau menangis, sehingga menangislah para Sahabat lain di sekeliling beliau. Kemudian beliau bersabda: Aku meminta ijin kepada Tuhanku untuk memohon ampunan untuknya (ibunda Nabi) tapi tidak diijinkan. Kemudian aku meminta ijin (kepada Allah) untuk berziarah ke kuburnya, diijinkan. Maka berziarahlah ke kubur, karena hal itu mengingatkan kepada kematian (H.R Muslim no 1622)

Nabi shollallahu alaihi wasallam juga pernah keluar di akhir malam ke kuburan Baqi’, mengucapkan salam untuk penghuni kubur dan kemudian berdoa memohon ampunan untuk mereka:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ

Ya Allah ampunilah penghuni kubur Baqi’ al-Ghorqod (H.R Muslim no 1618).

〰〰〰

�� Disalin dari buku "Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam (Syarh Kitab al-Janaiz Min Bulughil Maram)".  Penerbit Pustaka Hudaya, halaman 136-138.

�� Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله.

�� hashtag serial kajian ini :  #fiqih_mengurus_jenazah

〰〰〰〰〰〰〰
����Salafy Kendari || http://bit.ly/salafy-kendari

Rabu, 16 Maret 2016

Wahabi brontak usmaninyah?

⛓�� BENARKAH GERAKAN WAHABI MEMBERONTAK TERHADAP DAULAH 'UTSMANIYYAH??

⚔���� Semata-mata atas berkat rahmat Allah dan karunia-Nya, gerakan dakwah Tauhid yang dikibarkan oleh al-Mujaddid asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab — rahimahullah — di Najd, dengan dukungan al-Amir Muhammad bin Sa'ud — rahimahullah —  berhasil menegakkan Daulah Islamiyyah SAUDI ARABIA. Sebagai wujud upaya menegakkan Tauhid di muka bumi dan melaksanakan Syari'at Islam. Yang membawa membawa misi RAHMATAN LIL 'ALAMIN. Di antara buah nyata dakwah ini adalah memberikan pencerahan dan membangkitkan semangat berjihad melawan penjajahan dan terorisme bangsa kafir Eropa. Pengaruh nyata itu juga dirasakan hingga di Nusantara ini.
�� Banyak pihak yang memutarbalikkan fakta. Di antaranya dengan cara menuding bahwa dakwah "Wahhabi" dengan aktivitasnya telah melakukan pemberontakkan terhadap Daulah 'Utsmaniyyah.
�� Benarkah demikian?

�� Berikut penjelasan asy-Syaikh al-'Allamah 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah :

��"asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab TIDAK MEMBERONTAK terhadap Daulah Khilafah 'Utsmaniyyah — sebagaimana yang aku tahu dan aku yakini —
���� Ketika itu di wilayah Najd TIDAK ADA kepemimpinan atau pemerintah di bawah Turki. Namun yang ada di Najd ketaka itu adalah pemerintahan-pemerintahan kecil dan desa-desa yang terpisah-pisah. Masing-masing negeri atau desa — sekecil apapun — ada pimpinan/penguasanya sendiri terpisah dari lainnnya (merdeka). ... Antara pemerintahan-pemerintahan itu saling berperang, bertempur, dan bertentangan.

���� Jadi Asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab TIDAK MEMBERONTAK terhadap Daulah Khilafah.
⚖ Hanya saja beliau tidak setuju dengan berbagai kondisi yang rusak di negerinya sendiri. Maka beliau berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad. Senantiasa bersabar dan terus bersabar, hingga cahaya dakwah ini membentang hingga ke negeri-negeri lainnya. ... ."

�� Nadwah "Tajdid al-Fikr al-Islami". Ceramah ini beliau sampaikan di ruang pertemuan di Universitas al-Malik Su'ud tahun 1402 H

شبهة مفادها أن الشيخ المجدد الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله تعالى قام بالخروج على الدولة العثمانية

قال سماحة الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز رحمه الله في جوابه  على هذه الشبهة :

(لم يخرج الشيخ محمد بن عبد الوهاب على دولة الخلافة العثمانية - فيما أعلم وأعتقد -، فلم يكن في نجد رئاسة ولا إمارة للأتراك بل كانت نجد إمارات صغيرة وقرى متناثرة، وعلى كل بلدة أو قرية - مهما صغرت - أمير مستقل … وهي إمارات بينها قتال وحروب ومشاجرات، والشيخ محمد بن عبد الوهاب لم يخرج على دولة الخلافة، وإنما خرج على أوضاع فاسدة في بلده، فجاهد في الله حق جهاده وصابر وثابر حتى امتد نور هذه الدعوة إلى البلاد الأخرى …)

(ندوة تجديد الفكر الإسلامي، ألقيت في قاعة المحاضرات بجامعة الملك سعود، 1402هـ، (مسجلة على أشرطة كاسيت).

�� Sumber http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=4800

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~ ���� BENARKAH GERAKAN WAHABI MEMBERONTAK TERHADAP DAULAH 'UTSMANIYYAH??

�� al-'Allamah asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,

�� Tanya :
"Sebagian orang yang memusuhi dakwah Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdil Wahhab — rahimahullah — mengatakan bahwa beliau dan al-Imam Muhammd bin Su'ud MEMBERONTAK terhadap kekuasaan pemerintah Daulah 'Utsmaniyyah, dan telah merusak tongkat ketaatan. Ini bertentangan dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah!!
Bagaimana pendapat Anda terhadap pernyataan tersebut?"

�� Jawab :
"Orang yang mengucapkan pernyataan tersebut, apakah dia konsisten untuk selalu mendengar dan taat kepada pemerintah??!
⚠ Mayoritas orang-orang yang mengatakan itu, mereka membolehkan memberontak terhadap para penguasa sekarang. Mereka tidak mau konsisten dan tidak mau mengakui keabsahan pemerintahan.
���� Ini Sisi Pertama.

���� Sisi Kedua,
Bahwa asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab dan al-Imam Muhammad bin Su'ud — rahimahumallah — TIDAK MEMBERONTAK terhadap pemerintah pada masanya.
��❌ Karena Daulah 'Utsmaniyyah TIDAK MEMILIKI KEKUASAAN terhadap negeri-negeri di Najd.
Negeri-negeri Najd di bawah pemerintahannya sendiri. Masing-masing negeri di Najd memiliki pemerintahan tersendiri (merdeka) yang memerintahnya. Apabila pimpinannya mati, maka digantikan oleh salah satu putranya  atau kerabatnya.
��❌ Jadi Daulah 'Utsmaniyyah TIDAK PUNYA KEKUASAAN atas negeri-negeri di Najd. Mereka juga tidak merasa punya kepentingan terhadap negeri Najd. Daulah Utsmaniyyah tidak merasa perlu (untuk menguasai) negeri-negeri Najd. Karena di Najd tidak ada penghasilan apa-apa pada waktu itu, sehingga tidak penting bagi mereka.
�� Daulah Utsmaniyyah (setelah itu) memerangi Daulah Saudi Arabia bukan karena Saudi memberontak terhadap Utsmaniyyah. Namun karena takut/khawatir. Daulah Utsmaniyyah memerangi Daulah Saudi Arabia karena takut, ketika negara Saudi semakin besar dan tampak kekuataannya.

�� Daulah Utsmaniyyah memerangi Daulah Saudi Arabia karena khawatir kalau Saudi Arabia akan menyerang mereka di negerinya.  Ini tujuannya. Adapun kekuasaan, maka Daulah Utsmaniyyah tidak memiliki kekuasaan negeri-negeri Najd. Namun masing-masing negeri Najd berada di bawah kekuasaan pemerintahannya masing-masing. Demikianlah berlangsung dari generasi ke generasi.

������ Hingga datanglah asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab — rahimahullah — membawa Dakwah Tauhid, yang didukung oleh Muhammad bin Su'ud. Maka terbentanglah kekuasaan mereka di negeri-negeri Najd semuanya, juga membentang ke negeri-negeri lainnya di Jazirah Arabia.
���� Allah kokohkan kekuasaan mereka karena mereka MENEGAKKAN DAKWAH NABI MUHAMMAD — Shallallahu 'alaihi wa Sallam — dan MENYEBARKAN ISLAM.
⚔�� Maka pemerintahan-pemerintahan di Najd yang sebelumnya terpencar-pencar, masuk dalam satu kekuasaan. Ketika itulah Daulah 'Utsamniyyah ketakutan/khawatir kalau Saudi Arabia akan sampai ke negeri mereka (Turki), Iraq, dan Syam. Utsmaniyyah merasa terancam.
Di samping mereka juga memiliki
�� berbagai khurafat,
�� kuburan-kuburan,
�� tasawuf, dan
�� berbagai bid'ah
Utsmaniyyah pun ketakutan dan terancam atas segala kemungkaran yang ada pada mereka selama ini. Mereka takut Dakwah asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab akan MERUBAH itu semua.
�� Oleh karena itu, Daulah Utsmaniyyah pun memerangi Daulah Saudi Arabia.

�� Sumber http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=4800

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bahasa inggris

✋�������� NASEHAT BAGI YANG BANGGA MENGGUNAKAN BAHASA ORANG KAFIR

��... Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

☝�� Dahulu Amirul Mu'minin Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu anhu memukul orang yang suka berbicara dengan bahasa orang kafir,[1] sedangkan sebagian saudara kita dari kaum Muslimin pada hari ini karena lemahnya iman dalam hati mereka dan lemahnya kepribadian pada diri mereka, mereka suka berbicara dengan bahasa Inggris. Engkau jumpai dia mengajak temannya berbicara dengan bahasa Inggris dan temannya tersebut menjawabnya dengan bahasa Inggris maka dia merasa besar kepala, seakan-akan dia telah mencapai bagian timur bumi dan baratnya, karena dia telah mampu berbicara dengan bahasa Inggris.

[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, V/299.

�� Asy-Syarhul Mumti', jilid 12 hal. 43

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

��������������������

Ngebut korban

✍����
___***___

bukan sekilas info...��

������������
APAKAH ANDA SUKA NGEBUT DI JALAN?

�� �� Melaju di jalan raya dengan kecepatan tinggi beresiko mengerem mendadak, menyerempet dan menjadi sebab terbesar terjadinya kecelakaan lalu lintas...

��Tahukah anda bahwa dalam syari'at Islam, sopir yang ngebut sehingga terjadi kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa akan dikenai hukuman sebagai berikut :
1. Wajib membayar kaffaroh قتل الخطأ (pembunuhan tidak sengaja) berupa pembebasan  budak. Jika tidak mendapatkan budak, sopir BERPUASA 2 BULAN BERTURUT-TURUT DAN TIDAK BERBUKA KECUALI ADA UDZUR SYAR'I.
2. Mengganti kerugian harta benda korban yang dia tabrak.
3. Membayar diyat (denda) mukhoffafah yaitu 100 EKOR ONTA yang berumur muda (silahkan hitung sendiri, berapa harga 100 ekor onta !!). Diyat ini ditanggung oleh AQILAH ( kerabat sopir yang laki-laki, tidak termasuk istri, saudara laki-laki seibu dan kerabat perempuan). Diyat boleh dibayarkan selama 3 tahun.

�� Mengingat beratnya hukuman tersebut, hendaknya seorang muslim berhati-hati di jalan. Melajulah dengan kecepatan yang sewajarnya...

�� Taatilah Alloh ta'ala dan Rosul-Nya...
��Taatilah pemerintah kita dalam perkara-perkara yang ma'ruf...

( Diringkas dari : Al-Fiqhu lishshoffil awwal atstsanaawiy, hal. 33. Penerbit: Al Mamlakah Al-'Arobiyyah As-Su'udiyyah ; Wazaarotuttarbiyyah watta'lim Attathwir Attarbawiy)

☕�� WA MTDS ASSUNNAH - MALANG.
=====*****=====
�� Publikasi:
�� WA Salafy Solo
�� Channel Salafy Solo
https://bit.ly/salafysolo
Jumadil Akhir 1437 H

Selasa, 15 Maret 2016

Al tauhid al wahabi kita

�������� APAKAH HAKEKATWAHABI” YANG TERUS DIMUSUHI & DIOLOK-OLOK OLEH "ISLAM NUSANTARA" DAN "GARIS LURUS" ITU?
[ 1/2 ]

�� Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz Rahimahullah

……………………………………………………

�� Tanya :

Sebagian orang menyebut ulama-ulama Saudi Arabia sebagai ulama-ulama "Wahabi". Apakah Anda rela dengan penyebutan ini?”

�� Jawab :

Ini adalah julukan terkenal untuk ulama-ulama Tauhid, ulama-ulama di negeri Najd (sebuah kota kecil dekat Riyadh Saudi Arabia, pen). Mereka (para penuduh tersebut) menisbahkannya kepada ASY-SYAIKH AL-IMAM MUHAMMAD BIN ‘ABDIL WAHHAB rahmatullahalaihi.
���� Karena beliau BERDAKWAH MENGAJAK KEPADA AGAMA ALLAH pada paroh kedua abad ke-12 hijriyah. Beliau berupaya serius dalam menjelaskan tauhid dan menjelaskan bahaya syirik kepada umat manusia, hingga melalui beliau Allah memberikan hidayah kepada manusia dalam jumlah yang sangat besar. Umat manusia masuk dalam Tauhidullah, dan meninggalkan berbagai bentuk syirik akbar yang sebelumnya mereka berada di atasnya, baik berupa penyembahan kepada kubur, bid’ah-bid’ah yang terkait kuburan, maupun penyembahan kepada pohon-pohon dan batu-batu , serta sikap ekstrim dalam mengkultuskan orang-orang shalih.

��✏ Jadilah dakwah beliau adalah dakwah TAJDIDIYYAH (PEMBAHARUAN) ISLAMIYYAH yang sangat besar. Dengan dakwah tersebut Allah memberikan manfaat kepada kaum muslimin di Jazirah Arabia dan negeri-negeri lainnyasemoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas –  dan jadilah para pengikut beliau dan orang-orang yang berdakwah kepada apa yang beliau dakwahkan serta tumbuh di atas dakwah ini di negeri Najd disebut sebagaiWAHABI”. Sehingga gelar ini menjadi sebutan bagi setiap orang yang berdakwah kepada Tauhid, melarang dari Syirik dan bergantung kepada kuburan-kuburan atau pohon-pohon dan batu-batu, serta memerintahkan untuk ikhlash (memurnikan peribadahan) hanya untuk Allah satu-satunya.

��✅ Disebutkan dengan julukanWAHABI”, SEBENARNYA INI ADALAH JULUKAN YANG MULIA, menunjukkan bahwa barangsiapa yang dijuluki dengan gelar tersebut maka dia adalah Ahli Tauhid, dan termasuk Ahli Ikhlash, dan termasuk orang-orang yang melarang dari kesyirikan, melarang dari penyembahan kepada kuburan-kuburan, pohon-pohon, batu-batu, dan patung-patung serta berhala.

�� Inilah asal usul penamaan dan julukan ini. Yaitu merupakan penisbatan kepada asy-Syaikh al-Imam MUHAMMAD BIN ‘ABDIL WAHHAB BIN SULAIMAN BIN ‘ALI AT-TAMIMI AL-HANBALI, seorang da’i ke jalan Allah 'Azza wa Jalla. Beliau tumbuh di negeri Najd, belajar di negeri Najd, kemudian melakukan perjalanan ke Makkah, Madinah, Iraq,  dan Ahsauntuk mengambil ilmu dari para ‘ulama Ahlus Sunnah di negeri-negeri tersebut.

�� Kemudian beliau kembali ke negeri Najd, beliau mendapati kondisi umat yang berada dalam kungkungan kejahilan (kebodohan), peribadatan kepada kuburan-kuburan dan sikap ghuluw (ekstrim) terhadapnya, kesyirikan kepada Allah Ta’ala, memanggil-manggil / berdo’a kepada orang mati, beristighatsah kepada orang mati, dan membangun di atas kuburan.

▶☀ Maka beliau pun berdakwah ke jalan Allah, membimbing umat dan melarang mereka dari berbuat syirik, menjelaskan tauhid kepada umat yang itu merupakan hak Allah atas hamba-hamba-Nya sekaligus agama yang diserukan oleh para rasul ‘alahish shalatu was salam. …


( berlanjut .... )

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~
�������� APAKAH HAKEKAT “WAHABI” YANG TERUS DIMUSUHI & DIOLOK-OLOK OLEH "ISLAM NUSANTARA" DAN "GARIS LURUS" ITU?
[ 2/2 ]

�� Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz Rahimahullah

……………………………………………………

… (... lanjutan ...)

���� Maksud dari penjelasan ini semua adalah : bahwa julukan dan gelar tersebut adalah julukan bagi setiap orang yang berdakwah kepada Tauhid dan mengingkari Syirik. Sebagian orang-orang bodoh menyebutnya dengan julukan WAHABI. Itu akibat kebodohan mereka tentang hakekat sebenarnya dan mereka tidak berilmu tentangnya.

�� Hakekat sebenarnya adalah sebagaimana telah kami sebutkan. Bahwa ini adalah DAKWAH YANG BESAR :
�� mengajak kepada Tauhid,
�� mengajak untuk berittiba’ (mengikuti) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, dan
�� tidak bertaklid serta fanatik buta,
�� meninggalkan bid’ah dan khurafat,
�� meninggalkan syirik dan bergantung kepada orang-orang mati, pohon, dan bebatuan. Bahkan meninggalkan bergantung kepada para nabi dan orang-orang shalih.

➡ Jadi dakwah ini adalah dakwah yang
❌ MEMERANGI SYIRIK,
✅ mengajak kepada TAUHID dan IKHLASH untuk-Nya. Beriman dengan makna Laailaaha Illallah dan merealisasikannya, juga merealisasikan ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, berpegang teguh dengan Sunnah dan jalan beliau, serta istiqomah di atas itu semua.
Ⓜ⛵ INILAH DAKWAH ASY-SYAIKH MUHAMMAD BIN ‘ABDIL WAHHAB Rahimahullah.

�� (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, hal. 23)

•••••••••••••••••••••
������ Majmu'ah Manhajul Anbiya
��▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
�� Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Alergi tahzir

# EDISI RUDUD

��✊����✖ ASY-SYAIKH AL-FAUZAN MEMBANTAH ORANG YANG ALERGI TERHADAP BANTAHAN

☝�� Siapa saja yang datang kepada kita dan menginginkan agar kita keluar dari jalan ini, maka sikap kita:

Pertama: Kita menolak ucapannya.

Kedua: TIDAK CUKUP BAGI KITA HANYA DENGAN MENOLAKNYA SAJA, BAHKAN HARUS KITA JELASKAN DAN KITA MENTAHDZIRNYA AGAR MANUSIA MEWASPADAINYA, kita harus memperingatkan manusia darinya dan tidak boleh bagi kita untuk mendiamkannya. Karena jika kita diam maka manusia akan tertipu dengannya. Terlebih lagi jika orang tersebut adalah orang yang fasih, pandai berbicara, pandai menulis dan memiliki wawasan luas, karena manusia akan tertipu dengannya dan mereka akan mengatakan: “Dia ahli dan termasuk pemikir.” Sebagaimana hal ini terjadi sekarang ini. Jadi permasalahannya sangat berbahaya sekali.

✋�� Jadi pada perkataan beliau ini (Al-Barbahary –pent) menunjukkan wajibnya membantah siapa saja yang menyelisihi kebenaran. HAL INI MENYELISIHI DENGAN APA YANG MEREKA KATAKAN: “TINGGALKANLAH BANTAHAN-BANTAHAN, BIARKAN MANUSIA MASING-MASING MENGIKUTI PENDAPATNYA DAN HORMATILAH, BEBAS BERPENDAPAT DAN BEBAS BERBICARA!” DENGAN PRINSIP SEMACAM INILAH UMAT INI AKAN BINASA. PADAHAL SALAF MEREKA TIDAK MENDIAMKAN ORANG-ORANG SEMACAM MEREKA INI. BAHKAN SALAF MEMBONGKAR KEJAHATAN MEREKA DAN MEMBANTAH MEREKA, KARENA MEREKA MENGETAHUI BETAPA BESAR BAHAYA MEREKA TERHADAP UMAT. MAKA KITA PUN TIDAK BOLEH MENDIAMKAN KEJAHATAN MEREKA, BAHKAN HARUS MENJELASKAN APA YANG ALLAH TURUNKAN. Kalau itu tidak kita lakukan maka kita menjadi orang-orang yang menyembunyikan kebenaran sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِيْ الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلعَنُهُمُ اللهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاَّعِنُوْنَ

�� “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat pula oleh semua mahluk yang bisa melaknat.” (QS. Al-Baqarah: 159)

✊�� Jadi PERKARANYA TIDAK TERBATAS TERHADAP MUBTADI’, BAHKAN PERKARANYA JUGA MENGENAI SIAPA SAJA YANG MENDIAMKANNYA. SIAPA YANG MENDIAMKANNYA MAKA DIA JUGA BERHAK MENDAPATKAN CELAAN DAN HUKUMAN, KARENA YANG WAJIB ADALAH MENJELASKAN DAN MENERANGKAN KEPADA MANUSIA. Dan ini merupakan tugas bantahan-bantahan ilmiah yang banyak dijumpai sekarang ini di perpustakaan kaum Muslimin. Semuanya membela jalan yang lurus dan memperingatkan kejahatan mereka.

��Jadi tidaklah menyebarkan pemikiran ini, yaitu pemikiran tentang kebebasan berpendapat, kebebasan berbicara dan agar saling menghormati pihak lain, kecuali orang yang menyesatkan dan menyembunyikan kebenaran.

�� Baca Selengkapnya || http://forumsalafy.net/asy-syaikh-al-fauzan-membantah-orang-yang-alergi-terhadap-bantahan/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

����������������������

Wasiat az zahabi

�� Allahu Akbar! Wasiat Seorang Imam Seakan Beliau Hidup Di Masa Kita ��

�� قال الإمام الذهبي -رحمه الله-، "إذا وقعت الفتن؛ فتمسك بالسُّنَّة والزم الصمت ولا تخض فيما لا يعنيك وما أشكل عليك فرده إلى الله ورسوله وقف، وقل: الله أعلم." (السير 20/141)

®بذرة خير

�� Berkata al-Imam adz-Dzahabi, "Jika fitnah terjadi maka berpegang teguhlah dengan sunnah dan banyaklah diam, jangan engkau terlibat dalam perkara yang yang tidak berguna bagimu. Adapun masalah yang sulit bagimu maka kembalikan kepada Allah dan RasulNya, tahan dirimu dan katakan: wallahu a'lam." (As-Siyar 20/141)

�� (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف)

�� WhatsApp طريق السلف ��
�� www.thoriqussalaf.com
�� telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf

Ali ra lima perkara

☘☘☘☘☘☘☘☘

�� Rubrik Nasehat ❗️
=================

�� "AMBILLAH LIMA PERKARA"
�� Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu
Mengatakan :

�� "Ada lima perkara,ambillah perkara itu dariku"
1⃣ Janganlah ada seseorang yang berharap, kecuali kepada Allah
2⃣ Jangan ada yang di takuti, kecuali dosanya
3⃣ Janganlah seorang 'alim enggan mempelajari apa yang tidak ia ketahui
4⃣ Apabila seorang di antara kalian di tanya tentang perkara yang tidak diketahui, katakanlah "aku tidak tahu"
5⃣ Kedudukan sabar pada keimanan sebagaimana kedudukan kepala pada jasad.
_________
�� [Adabud Dunya Wad Din]

✏️ Tim Fawaid
    @radiorasyid
---------------------------
�� https://bit.ly/radiorasyid
---------------------------

☘☘☘☘☘☘☘��

Cadar + bantahan sayid gila siraj

�� Cadar Solusi Degradasi Moral Bangsa! (2)

�� Beredar di youtube sebuah video yang menampilkan Ketum PBNU Said Aqil Siradj yang sedang menghina dan melecehkan syariat cadar atau hijab.

�� Dia berkata:

�� “Cadar itu bukan pakaian Islam, (tapi cuma -ed) pakaian Arab. Buktinya nutupi aurat itukan karena menghindar fitnah, mukanya cantik kemudian ditutupi, supaya jangan bikin fitnah orang laki-laki.”

���� “Nah di Arab itu, di Saudi nenek-nenek, Negro, yang hitem itu, pakai cadar…”

�� “Lha fitnah opone iku …. ha… ha… ha…”

�� Kemudian dia mengulangi kalimat yang semakna dengan di atas.

�� Lalu Ketum PBNU tersebut melanjutkan:

♨️ “Itu artinya cadar itu budaya…”

���� “Wis tradisine orang Arab, (pakai) cadar…”

�� “Bukan karena menghindari fitnah…”

�� “Bukan karena menutupi muka supaya jangan kelihatan cantiknya, bukan…”

�� Videonya bisa lihat disini:

https://youtu.be/OdWhVc4CVNc

�� Wahai Wanita Muslimah!

�� Lihatlah Indahnya Syariat Cadar!

���� Setelah kita mendapati kenyataan pahit, permasalahan krusial yang sedang menimpa anak bangsa dan masyarakat Indonesia saat ini.

�� Baca kembali di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/cadar-solusi-degradasi-moral-bangsa-1/

�� Berbagai pihak berusaha dengan keras, berupaya memeras otak, mencari strategi dan solusi untuk memecahkan permasalahan umat ini. Namun hingga hari ini belum juga mampu memberikan jalan keluar yang berarti.

❓ Lantas apakah solusinya?

�� Saudara-saudara kami kaum muslimin dimanapun anda berada, semoga Allah azza wa jalla menyelamatkan, dan memberi keberkahan bagi negeri Indonesia yang kita cintai ini…

�� Sebagai kaum muslimin, mukminin, tentunya kita meyakini bahwa agama Islam, agama yang Allah azza wa jalla turunkan kepada Nabi penutup Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, adalah agama yang telah sempurna, agama yang melengkapi agama-agama sebelumnya, agama pamungkas yang telah Allah azza wa jalla ridhai untuk manusia.

�� Allah azza wa jalla berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا (٣)

�� “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (al-Maidah : 3)

�� Oleh karena itu, kita juga harus meyakini jika semua permasalahan telah diatur dengan sempurna dalam syariat yang mulia ini.

�� Tentu hal ini akan bisa diterima oleh seorang yang hatinya masih bersih, fitrahnya masih suci, dan terbebas dari berbagai kotoran, seperti kotoran Liberal, Syi’ah dan semisalnya.

☝️ Seluruh sendi dan aspek kehidupan telah diatur secara rapi dan apik dalam Islam. Yang membuatkan aturan tersebut adalah Allah azza wa jalla yang telah menciptakan manusia, yang paling tahu dengan kebutuhan, kemaslahatan dan kebaikan mereka.

�� Di antara keindahan Islam adalah dengan adanya syariat menutup aurat (berhijab) bagi kaum wanita, yang itu semua demi menjaga diri-diri dan kehormatan mereka.

�� Allah azza wa jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

�� “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Ahzab : 59)

�� Sebagaimana dimuat dalam Kitab Shahih Imam Bukhari no.4758, Ummul Mukminin Aisyah radiallahu anha menceritakan kepada kita bagaimana sikap perempuan-perempuan Muhajirin dan Anshar dalam masyarakat Islam pertama terhadap syariat Ilahi yang berkaitan dengan perintah mengubah aspek amat mendasar dalam kehidupan wanita, yaitu: tingkah laku, pakaian, dan perhiasan.

�� Beliau berkata:

يرحم الله نساء المهاجرات الأول ، لما أنزل الله {وليضربن بخمرهن على جيوبهن} شققن مروطهن ، فاختمرن بها. اه‍

☝️ Semoga Allah merahmati kaum wanita dari kalangan muhajirin generasi awal.

�� Ketika Allah menurunkan ayat:
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

�� “Dan hendaknya mereka -para wanita- menjulurkan penutup kepala mereka ke arah dada mereka!” (an-Nur: 31)

�� Mereka segera menyobek kain-kain mereka, lalu mereka menutupi wajah-wajah mereka dengannya (bercadar, pen).

�� Maka mereka langsung menjulurkan jilbab-jilbab mereka dan menutupi wajah-wajah mereka.”

�� Demikian pula disebutkan oleh al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu:

�� Sungguh, ketika turun surat an-Nur : 31, kaum lelakinya serempak mendatangi mereka membacakan firman Allah tersebut. Dan demi, ketika seorang lelaki membacakannya kepada istri, putri, dan saudarinya, tak ada dari mereka yang tinggal diam, melainkan segera mengambil kerudung (jilbab)-nya masing-masing (yang berhias dengan gambar-gambar), kemudian menutup kepalanya sesuai perintah sebagai pernyataan iman dan membenarkan Al Quran. Sehingga ketika subuh mereka ada di belakang Rasulullah dalam keadaan kepalanya tertutup rapat, seakan-akan kepalanya terdapat burung gagak.”

�� Dari hadits Aisyah radiallahu anha di atas, juga keterangan Imam Ibnu Katsir rahimahullahu, maka kita dapatkan kesimpulan bahwa cadar bukan budaya Arab, namun Syariat Islam yang mulia.

�� Ini terbukti bahwa para shahabat wanita dari kalangan Muhajirin dan Anshor baru mengenakan cadar setelah turunnya surat an-Nur : 31. Artinya mereka bercadar dalam rangka mentaati Allah azza wa jalla, dan bukan karena budaya Arab.

�� Demikian pula telah maklum dalam sejarah, bahwa bagian dari budaya Arab sebelum datangnya Islam, para wanita Arab thawaf di Ka’bah -bukan hanya tak bercadar- bahkan tanpa mengenakan sehelai benangpun di badannya -alias telanjang bulat-. Sehingga berdasar fakta-fakta ini klaim cadar sebagai budaya Arab, tentu klaim yang sangat jauh dari kebenaran.

�� Nah, dengan adanya tuntunan hijab tersebut, kaum wanita terhormat karena mereka akan mudah dikenal sebagai wanita mukminah, wanita baik-baik, wanita yang bertakwa kepada Allah azza wa jalla.

�� Demikian pula dengan berhijab para wanita mukminah akan aman dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya, aman dari gangguan orang-orang yang memiliki penyakit dalam hatinya. Dan ini semua adalah jaminan dari Allah azza wa jalla yang telah menciptakan mereka dan menciptakan seluruh mahluk.

�� Tentu hijab yang dimaksud di sini adalah hijab yang sesuai dengan tuntunan syar’i, yang dipadukan dengan pakaian yang memenuhi syarat, seperti harus menutupi seluruh tubuh, longgar tidak ketat, tebal tidak transparan, dan bukan berupa pakaian ketenaran.

�� Di antara efek negatif ketika syariat hijab atau cadar ini diabaikan, maka semakin banyak terumbarnya aurat wanita. Tidak hanya wajah, bahkan bagian-bagian tubuh wanita lain, yang para ulama sepakat untuk menutupnya, akan terpampang dengan mudahnya, dan akan “dinikmati” oleh siapa saja.

�� Sehingga akan mengumbar syahwat dan hawa nafsu, yang berakhir terbukanya pintu perzinahan, yang kolerasi kedua permasalahan ini telah disaksikan oleh kita bersama.

☝️Padahal Allah azza wa jalla telah memperingatkan kaum muslimin dan muslimat untuk menjauhi perzinahan, demikian pula untuk menjauh dari sebab-sebab yang bisa mengarah kepada perzinahan.

�� Allah azza wa jalla berfirman:

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا (٣٢)

�� “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (al-Isra’ : 32)

�� Sehingga ketika syariat hijab atau cadar dipinggirkan, tidak diindahkan bahkan cenderung dihina dan dilecehkan. Maka terbukalah aurat muslimah, berkobarlah syahwat dan hawa nafsu birahi tanpa terkendali, muncullah pergaulan bebas, yang berujung pada maraknya perzinahan serta berbagai kemaksiatan lainnya.

�� Lihat kembali data statistik berbagai kemaksiatan tersebut di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/cadar-solusi-degradasi-moral-bangsa-1/

☀️ Kemudian, di antara bentuk rahmatan lil alamin agama Islam, bagi kaum wanita yang telah lanjut usia (tua), yang sudah tidak punya hasrat menikah, maka diperbolehkan bagi mereka untuk melepaskan pakaian (hijab).

�� Allah ta’ala berfirman:
وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللاتِي لا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

�� “Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), Tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.” (an-Nuur : 60)

❓ Lantas bagaimana dengan ucapan Ketum PBNU Said Aqil Siraj yang menghina dan melecehkan cadar di atas?

✅ Ya…

�� Biarlah para pembaca yang menilainya sendiri…

�� Kami yakin para pembaca sudah dewasa, bisa melihat, mendengar, serta menimbang permasalahan ini dengan jernih…

☝️ Semoga Allah azza wa jalla memberikan rezeki kepada kita berupa senang dan siap menerima kebenaran, serta beramal dengannya…

�� Yang lebih penting untuk kami ingatkan di sini…

�� Untuk saudari-saudari kami…

�� Wahai muslimah dan mukminah!

�� Jagalah diri-diri kalian!

�� Lindungilah kehormatan kalian!

�� Janganlah kalian menjatuhkan diri ke dalam jurang kebinasaan!

�� Kepada saudara-saudara kami kaum muslimin dan mukminin!

�� Jagalah istri-istri kalian!

�� Jagalah putri-putri kalian!

�� Jagalah saudari-saudari kalian!

♨️ Serta siapa saja yang berada di bawah tanggungan kalian, dari panasnya gejolak api neraka!

☝️ Sungguh Allah azza wa jalla telah memperingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦)

�� “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (at-Tahrim : 6)

☝️ Demikian pula Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah menyampaikan:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

�� “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radiallahu anhuma)

�� Silakan kunjungi:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2015/09/24/cadar-solusi-degradasi-moral-bangsa-2/

������������������������������������������������������������

���� Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

���� Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://telegram(dot)me/yknuonline

Atau

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

�� Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin
=====*****=====
�� Publikasi:
�� WA Salafy Solo
�� Channel Salafy Solo
https://bit.ly/salafysolo
Jumadil Akhir 1437

Senin, 14 Maret 2016

Imb tuk masjid

Copas dr tetangga  Mengurus IMB MASJID Islam harus tau...

Assalamu'alaikum...

Info dari sebelah.

Ikhwani fillah rahimakumullah, ini ada titipan forward sahabat anggota DDI (Dewan Dakwah Islam)
Ustdz Fadlan Gharamatan soal IMB MASJID.

Insya Allah, kami, kel besar Mabrur Salman ITB77, bersedia siapkan Drafter, dan Biayai Gambar2 yang jadi Syarat IMB (biasanya Denah, Pot Memanjang dan Melintang) untuk pembangunan musholla dan masjid dimana pun. Bahkan kami bersedia siapkan Structural Design Calculations, kalau perlu. Mohon hal ini ditawarkan ke Pengurus2 Masjid.

Berikut Fwd nya:

GEREJA DI JAKARTA DIHANCURKAN OLEH AHOK KARENA TIDAK MEMILIKI IMB.

Apakah akan dilanjutkan ke masjid2 kita yang tidak memiliki IMB ?

#SaveOurMasjid
#IMBdiatasTanahWakaf

Masjid diseluruh negeri ini umumnya didirikan di atas tanah Wakaf dan dibangun dengan swadaya masyarakat setempat dan donatur dermawan yg berinfak.

Bagaimana kemudian ada pihak yang berkepentingan mempertanyakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Masjid dan Musholla ? Bisakah pengurus Masjid memperlihatkan buktinya?

Mungkin ini akan menjadi PR Besar pengurus Masjid-Musholla untuk segera melengkapinya, sebelum "Pemerintah" memanfaatkan kondisi ini. Karena "tumbal" utk rencana besar mereka telah dimulai, kita belajar dari kasus di DKI, Penghancuran sebuah Gereja di Jati Negara dengan alasan tidak memiliki izin, dan ummat Islam di Jakarta pun "terpesona" dari pemandangan kasat mata ini, namun sesungguhnya "rencana tidak kasat mata" bisa jadi telah mereka susun secara masif terstruktur, yang target akhirnya adalah puluhan bahkan ribuan Masjid-Musholla di Jakarta dan seluruh tanah air Indonesia, karena mayoritas dibangun di atas tanah Wakaf dengan swadaya masyarakat.

"Gereja kami, kami relakan untuk dihancurkan karena tidak memiliki izin, maka ummat Islam pun harus rela masjid-masjid, mushollanya yg tidak berizin untuk dihancurkan sebagaimana bangunan liar lainnya...!!"

Sebuah strategi tumbal yang sangat terskenario, sementara kita masih tidak mau belajar dari strategi yang mereka lakukan... Kalau kita tidak bisa belajar dari kondisi hari ini, yakinlah Masjid-Musholla2 megah di tanah air ini hanya akan menjadi kenangan semata bagi anak cucu kita.

Tolong sosialisasikan...!
SUDAHKAH MASJID KITA MEMILIKI IMB...??

Ayo para ta'mir dan pengurus Masjid-Musholla2, kita urus IMB masjid/mushollah kita ke Dinas/Badan Perizinan Daerah Pemda setempat, dan ini persyaratannya : Surat prmohonan yg ditandangani pengurus Masjid, copy KTP yg masih berlaku, copy gambar rencana bangunan yang di ditanda tangani juru gambar, copy surat kepemilikan tanah, tanda lunas PBB, surat pernyataan persetujuan tetangga yg diketahui lurah & camat setempat, rekomendasi camat

WAKTU PENYELESAIAN 10 HARI KERJA ..... LENGKAPI SYARATNYA AMBIL IMB-NYA

NB: sebarkan info untuk menyelamatkan mesjid dan musholla kita. (dikutip/disebarkan oleh fim)

pengurus mabrur itb77 : Andi Eka 08129437421, Rusdi 0816867168, Saul 08156020358.

Semoga bermanfaat .

Minggu, 13 Maret 2016

Tipe pembawa ilmu

�� . FAEDAH ULAMA .

➖ DUA TIPE PEMBAWA ILMU YANG MENYENTUH DAN BERPENGARUH DALAM QOLBU ➖

Berkata Ibnul Jauzi Rohimahulloh :

" Telah ku jumpai sekian banyak para masyaaikh , dimana keadaan mereka satu dengan yang lainnya saling berbeda , bertingkat-tingkat kadar mareka dalam ilmu .

��. Dan yang paling bisa bermanfaat untukku dari mereka , saat menyertainya adalah yang mengamalkan ilmunya walaupun yang lain lebih berilmu darinya .
��. Aku menjumpai sekumpulan dari ahlul hadits , memiliki hafalan dan mengetahui derajat hadits , akan tetapi mereka saling bermudah-mudah dalam masalah ghibah , mereka menganggapnya sebagai jarh wa ta'dil , mengambil upah dalam penyampaian hadits , mereka bersegera menjawab pertanyaan supaya tidak rusak kedudukan mereka , walaupun terjatuh pada kesalahan .
��. Aku juga bertemu dengan Abdul Wahhab Al An'Anmathi dia berada pada batasan para salaf , tidak terdengar dalam majlisnya ghibah , tidak pula mengambil upah dalam penyampaian haditsnya ...

Jika aku bacakan padanya hadits-hadits pelembut hati diapun menangis , dan tangisannya berlanjut ... yang mana saat itu aku masih kecil dan tangisan yang aku dengar darinya tertanam dalam hati dan terpatri .

Beliau memiliki sifat para ulama , yang telah aku dengar nukilan tentang bagaimana sifat-sifat mereka ( sebagai seorang pembawa ilmu  ) .

��. Aku juga bertemu Abu Mansyur Al Jawaliqy , beliau kalem , berhati-hati dalam ucapan , mutqin dan waspada terkadang ditanya sebuah masalah yang mudah , yang mana murid-muridnya bersegera menjawab karena dianggap masalah yang mudah , namun beliau tetap menahan sampai yakin jawabannya , beliau orang yang banyak puasa dan banyak diam .

�� . DUA ORANG ITULAH YANG AKU BANYAK MENGAMBIL MANFAAT DARI KEDUANYA  LABIH DARI YANG LAINNYA .

☝. Maka Aku dapat memahami dari keadaan mereka ini bahwa : " SEBUAH PETUNJUK DENGAN CONTOH LANGSUNG ( secara praktek / realita ) LEBIH MEMBIMBING DARI SEKEDAR PETUNJUK DENGAN UCAPAN SEMATA " .

✏ . Sungguh demi Alloh Ta'ala merealisasikan sebuah ilmu adalah sebuah pokok yang besar .

✏ . DAN YANG TERAMAT DIKASIHANI ADALAH SEORANG YANG MENGHABISKAN UMURNYA UNTUK MENUNTUT ILMU YANG TIDAK DIA PRAKTEKKAN , HILANG KENIKMATAN DUNIANYA DAN KEBAIKAN AKHIRATNYA , DATANG DENGAN KEBANGKRUTAN DALAM KEADAAN AMAT KUAT  HUJJAH YANG MENIMPANYA .

��. Sumber : صيد الخاطر ص /138

��. Alih Bahasa : Abul Hasan Al Wonogiry .

===============
�� AL HUDA ��
����������
��. WA TIC
Tholibul Ilmi Cikarang .

Ngonong tanpa ilmu

○●○●○●○
�� Renungan Pagi ��
——————————————————
�� BAHAYA BERBICARA TANPA ILMU !
——————————————————
�� Berkata As-Syaikh Al-'Allāmah Muhammad bin Shälih Al-'Utsaimīn råhimahulläh:

《 Sesungguhnya kebanyakan dari orang awam sebagian mereka berfatwa kepada sebagian lainnya dengan sesuatu yang tidak mereka ketahui sehingga engkau dapati mereka berbicara ini halal, atau ini haram, atau ini wajib, atau ini tidak wajib, dalam keadaan mereka tidak tidak mengetahui itu sedikitpun.

☝️ Tidakkah mereka tahu bahwa Allah Ta'āla akan menanyai mereka atas apa yang mereka telah katakan di hari kiamat nanti?!

▪️ Tidakkah mereka tahu bahwa mereka apabila telah menyesatkan seseorang sehingga mereka menghalalkan baginya apa yang telah diharamkan Allah, atau yang mereka haramkan apa yang telah Allah halalkan baginya berarti mereka telah menanggung dosanya dan atas mereka dosa seperti yang mengerjakannya dan itu disebabkan oleh apa yang telah mereka fatwakan dengannya. 》

           •┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

�� Kitāb Al-'Ilmi, halaman: 76.
——————————————————
��• قـال الشيـخ العـلامة محمد بن صـالـح العثيمين رحمـه اللَّه تعالـى:

▪«وإن كثيرًا من العــامة يفتـي بعضهم بعضــًا بمـا لا يعلمـون فتجـدهم يقـولـون هذا حـلال، أو هذا حـرام، أو هذا واجـب، أو هذا غيـر واجب،
وهم لا يـدرون عن ذلك شيئًـا،

أفـلا يعلم هـؤلاء أن اللَّه تعالـى سـائلهم عما قـالـوا يوم القيـامة ؟!

أفـلا يعلم هـؤلاء أنهـم إذا أضلـوا شخصــًا فأحلـوا لـه ما حـرم اللَّه، أو حـرمـوا ما أحل اللَّه لـه فقـد بـاءوا بإثمـه وكـان عليهم مثل وزر ما عمل وذلك بسـبب ما أفتـوه به ».

[كــتاب الــعلــم (ص 76 )]
----------------------
Broadcast by :
�� Channel MutiaraASK :
http://bit.ly/MutiaraASK
�� Website ASK :
http://bit.ly/BlogASK
�� BBM Mutiara Salaf :
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE

➥ #renungan #fatwa #ilmu